Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 06:35 WIB
Hatta Bantah Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II Pecah
Suhartono | Glo | Minggu, 13 Desember 2009 | 10:17 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa membantah sinyalemen adanya perpecahan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II setelah munculnya Panitia Khusus DPR tentang Hak Angket Bank Century yang berujung pada perselisihan antara Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dan bekas teman sejawatnya di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I, Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati.  

"Tidak ada perpecahan, apalagi ancaman itu (mundur dan sebagainya). Saya tegaskan, tidak ada itu," tandas Hatta saat ditanya pers seusai seusai mengantar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Eropa selama delapan hari di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Minggu (13/12/2009) pagi.  

Hatta kemudian mempertanyakan dari mana datangnya isu tersebut. Kabinet itu kompak dan solid, lanjutnya.  

Sinyalemen perpecahan kabinet sekarang ini merebak, terutama dari menteri-menteri yang berasal dari Partai Golkar, setelah adanya perselisihan terbuka antara Sri Mulyani dan Aburizal Bakrie. Menteri-menteri asal Partai Golkar di antaranya Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, serta Menteri Perindustrian MS Hidayat.  

Dampak perselisihan Ical dengan Sri Mulyani muncul setelah Sri Mulyani mengakui secara terbuka di The Wall Street Journal bahwa Ical tidak senang dengannya setelah ia terus melanjutkan perdagangan saham milik keluarga Ical di Pasar Modal meskipun Ical sudah meminta agar perdagangan saham-saham tersebut dihentikan sementara.  

Meskipun Hatta membantahnya, sebelum meninggalkan ruang VIP Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Wakil Presiden Boediono yang ikut mengantar Presiden Yudhoyono tampak terlihat berbicara serius dengan Agung Laksono. Pembicaraan dilakukan sejak pesawat Presiden take off sampai Boediono menuju ke mobilnya.