Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 03:13 WIB
Pansus Angket Century Cuma Sandiwara
Caroline Damanik | msh | Sabtu, 12 Desember 2009 | 13:25 WIB
|
Share:

KOMPAS.com/Caroline Damanik
Diskusi mingguan Trijaya FM bertajuk 'Refleksi Pemberantasan Korupsi' di Warung Daun Cikini, Sabtu (12/12), menghadirkan (ki-ka) Wakil Ketua Pansus Angket Century DPR RI Gayus Lumbuun, Sejarahwan UI JJ Rizal, moderator, Koordinator Bidang Hukum Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho dan Stah Ahli Hukum Kepresidenan Denny Indrayana.

JAKARTA, KOMPAS.com- Kinerja Pansus Hak Angket Century kembali diragukan. Koordinator Bidang Hukum Indonesian Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho meragukan komitmen dan integritas anggota DPR yang tergabung di dalamnya berdasar pada pengalaman panitia-panitia khusus hak angket DPR sebelumnya.

"Kita meragukan komitmen pemberantasan korupsi di DPR. Sebagian besar kurang. Contoh UU pengadilan tipikor, mereka enggan menyelesaikan," tuturnya. Menurut Emerson, warna 'biru' saat ini sudah merata di parlemen. Kalaupun ada yang membantah, tetap ada pengaruh 'kebiru-biruan' pada fraksinya.

"Kita khawatir pansus ini hanya sandiwara saja, karena BLBI itu juga gagal," tandasnya.

Menanggapi keraguan itu Wakil Ketua Pansus Gayus Lumbuun menantang Emerson menunjukkan kegagalan beruntun mana dalam Pansus Hak Angket DPR yang dimaksud. Menurutnya, hanya Pansus Hak Angket Impor Beras yang menemui kendala.

"Ada lima pansus saya ikuti, mana yang tidak berhasil? Pansus angket DPT selesai, penjualan yang diindikasikan melanggar kapal tanker itu final, ada tersangkanya di Kejagung. Pansus beras kita gagal memang. Kasus haji angket juga selesai," ungkapnya.

"Kalau ada pansus yang gagal, yang mana? Coba klarifikasi supaya publik tidak tersesat," tanyanya lagi.

Gayus mengatakan semua anggota Pansus berkomitmen untuk membongkar kasus ini dan akan bekerja keras dalam mencari kebenaran dua bulan ke depan.