Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 21:31 WIB
Lima Pemuda AS Akan Dideportasi dari Afganistan
| msh | Sabtu, 12 Desember 2009 | 06:46 WIB
|
Share:

AP PHOTO/SARGODHA POLICE DEPARTMENT
Kepolisian di Sargodha, Pakistan, Jumat (11/12), memublikasikan gambar lima pemuda Muslim AS yang tertangkap. Mereka (dari kiri ke kanan) adalah Waqir Hussain Khan, Ramys Zamzam, Umar Farooq, Ahmad Abdulminni, dan Aman Hasan Yamer.

TERKAIT:

ISLAMABAD, KOMPAS.com- Lima pemuda Muslim AS ditahan atas tuduhan memiliki kaitan dengan kelompok teroris dan kemungkinan besar akan dideportasi. Kelimanya ditangkap ketika berusaha menjalin kontak dengan kelompok-kelompok garis keras di Pakistan dan berniat masuk ke Afganistan.

Seorang kepala polisi lokal, Jumat (11/12), mengatakan, polisi Pakistan menahan mereka pekan ini di kota Sargodha, Provinsi Punyab, Pakistan timur. Mereka bermaksud menyeberang ke Afganistan dan melawan tentara AS.

Kelima pemuda itu dilaporkan hilang oleh keluarga-keluarga di Washington DC pekan lalu. Salah seorang dari mereka meninggalkan rekaman video perpisahan dengan mengatakan Muslim harus dibela.

SM Imran Gardezi, kepala bidang pers di Kedutaan Besar Pakistan di Washington, menjelaskan, mereka menggunakan situsl Facebook dan YouTube untuk berhubungan dengan kelompok garis keras di Pakistan, termasuk Taliban dan Al Qaeda.

Agen-agen Biro Investigasi Federal AS (FBI) dan mitranya dari Pakistan, Jumat, menginterogasi lima pemuda itu. Mereka adalah mahasiswa berusia 20 tahunan dari utara Virginia. ”Dakwaan telah dibuat terhadap mereka karena melanggar undang-undang Pakistan dan undang-undang cyber,” kata kepala polisi Sargodha Usman Anwar.

Pejabat keamanan Pakistan lainnya mengungkapkan, kelima pemuda AS telah mengunjungi sebuah madrasah di kota Hyderabad dan ingin bergabung dengan jihad. Madrasah itu menolak permintaan mereka.

Mereka kemudian menjalin kontak dengan sebuah lembaga derma Islam di kota Lahore, Jamaat-ud-Dawa, yang memiliki kaitan dengan kelompok Lashkar-e-Taiba. Namun, mereka juga ditolak karena tidak dipercayai.

”Mereka adalah lima pemuda masih mentah yang telah dicuci otaknya. Tujuan utama mereka adalah Afganistan. Mereka ingin pergi ke Afganistan untuk jihad,” kata pejabat Pakistan tersebut.

Di Washington, FBI mengatakan, diskusi tengah dilakukan untuk pengembalian kelima orang itu ke AS. Penangkapan mereka menaikkan kekhawatiran tentang radikalisme Muslim, yang diduga menemukan momentumnya kembali di AS.

Meskipun menolak berbicara khusus mengenai penangkapan kelima pemuda itu, Presiden Obama bertekad melakukan serangkaian penyelidikan.

Dewan Hubungan Amerika-Islam mengatakan, keluarga-keluarga lelaki yang hilang itu telah meminta pertolongan.

Asisten Menteri Luar Negeri AS Philip Crowley mengatakan, sebuah tim kedutaan AS, termasuk sedikitnya seorang agen dari FBI dan pejabat dari kantor keamanan regional Departemen Luar Negeri AS, telah bertemu kelima tahanan itu di Sargodha.

Melarikan diri

Menteri Pertahanan AS Robert Gates, Jumat, mengatakan, intelijen AS telah menunjukkan para gerilyawan garis keras yang terkait dengan Al Qaeda dan kelompok lainnya telah melarikan diri dari Waziristan Selatan, mereka telah menghadapi ofensif militer Pakistan di wilayah itu.

”Kami melihat beberapa bukti pada intelijen bahwa mereka (pasukan Pakistan) terus memaksa Al Qaeda dan banyak teroris lainnya keluar dari Waziristan Selatan dan mereka keluar dari wilayah itu. Banyak dari mereka berbicara mengenai kembali ke Afganistan,” kata Gates saat berkunjung ke Kirkuk, Irak.

Menhan AS itu gembira karena pasukan Pakistan telah menghancurkan sarang-sarang gerilyawan garis keras di Waziristan Selatan. Hal itu menunjukkan operasi militer penting Pakistan yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

”Pakistan, saya rasa, melakukan pekerjaan bagus dengan terus menekan di wilayah perbatasan mereka dan kami akan melakukan pekerjaan lebih baik di sisi Afganistan,” kata Gates. (AP/AFP/Reuters/OKI)

Sumber :
Kompas Cetak