PALEMBANG, KOMPAS.com - Keluarga menjemput jemaah haji Sumsel menyerbu pagar asrama, agar bisa bertemu langsung dengan kerabatnya yang baru tiba dari tanah suci.
Pantauan di asrama haji Palembang, Jumat (11/12) malam kelihatan keluarga yang menjemput berdesak-desakan dan mendorong pintu pagar memaksa untuk masuk.
Dengan banyaknya keluarga yang menjemput dan mendorong pagar, sehingga petugas terpaksa membuka pintu. Selanjutnya mereka beramai-ramai masuk menemui jemaah yang baru tiba.
Untuk mengantisipasi jemaah akan pulang, petugas juga membuka pintu pagar belakang yang selama ini selalu dikunci.
Kepala Bidang Haji, Zakat dan Wakaf Kanwil Departemen Agama Sumsel, Drs H Udin Djuhan mengatakan, seharusnya keluarga penjemput tidak diperbolehkan masuk, karena dapat mengganggu kenyamaan para jemaah.
Namun, dalam kondisi seperti itu petugas penjaga terpaksa membuka pintu supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Jemaah yang baru tiba tersebut tergabung dalam kelompok terbang (kloter) enam dan semuanya berasal dari Kota Palembang, sebanyak 319 orang ditambah lima petugas haji.
Namun, dalam kloter enam ini ada seorang jemaah yang mengalami sakit terpaksa dijemput langsung keluarganya di poliklinik asrama haji.
Selain jemaah sakit dalam kloter enam ini juga ada barang bawaan jemaah yang tertinggal sehingga terpaksa diamankan panitia. Barang bawaan tidak akan hilang, karena nantinya ada utusan yang mengambil.
Jemaah Sumsel yang menunaikan haji 2009 tercatat 6.349 orang dan 24 diantaranya tidak bisa berangkat karena meninggal dunia, sakit dan urusan keluarga.
