MEKKAH, KOMPAS.com -
Demikian laporan wartawan Kompas Subhan SD dari Mekkah, Arab Saudi, Kamis petang. Hingga Kamis, jumlah jemaah reguler di Madinah sudah lebih dari 8.000 orang. Sebanyak 227 kelompok terbang gelombang II atau sekitar 102.000 orang berada di Madinah sambil menunggu pemulangan. Selama sekitar 10 hari di Madinah, jemaah akan melakukan shalat arbain (40 waktu) di Masjid Nabawi dan berziarah ke tempat-tempat bersejarah, seperti makam Rasulullah dan para sahabat, Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud. Di Madinah, jemaah akan ditempatkan di hotel-hotel di wilayah markaziyah (berjarak kurang dari 500 meter dari Masjid Nabawi) dan non-markaziyah (berjarak 500-700 meter dari masjid). ”Tidak seperti di Mekkah, di sini pondokan jemaah dekat ke Masjid Nabawi sehingga lebih memudahkan jemaah beribadah,” kata Cepi Supriatna, Kepala Daerah Kerja Madinah. Sebanyak 75 persen jemaah ditempatkan di markaziyah dan sisanya (25 persen) di non-markaziyah. Sejak memasuki bulan Desember 2009, suhu udara di Madinah semakin dingin, apalagi disertai angin yang cukup kencang. Suhu udara di Madinah terus menurun. Beberapa hari lalu suhunya 18 derajat celsius dan kemarin 15 derajat celsius. Diperkirakan, hingga akhir kepulangan jemaah pada akhir Desember, suhu di Madinah turun hingga 13 derajat celsius. Sementara itu, penerbangan untuk pemulangan jemaah haji dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, menuju Tanah Air diperkirakan akan kembali normal satu pekan ke depan. Hingga Kamis kemarin, jadwal penerbangan masih mengalami keterlambatan satu sampai empat jam. Hal itu dijelaskan Manajer Hubungan Masyarakat PT Garuda Indonesia Pujobroto, Kamis. Salah satu penyebab keterlambatan adalah padatnya jadwal penerbangan di bandara Jeddah sekarang ini.
