Protes Pelanggaran HAM, Pintu Masuk Kampus Uncen Dipalang Jayapura, Kompas - Sekitar seratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Solidaritas Korban Pelanggaran HAM Papua, Kamis (10/12), memalang jalur masuk ke Kampus Universitas Negeri Cenderawasih Jayapura Papua. Mereka beraksi untuk memperingati Hari HAM Internasional. Pemalangan mengakibatkan proses perkuliahan di kampus unggulan setempat ini tak berlangsung normal. Dosen dan mahasiswa tertahan di pintu masuk, tak dapat masuk ke kampus. Di depan jalur masuk, Pembantu Rektor III Uncen, Paulus Homers masih tertahan di gapura masuk. Ia berusaha membujuk massa untuk membuka palang, tetapi ditolak. Dalam orasinya, aktivis mahasiswa yang didominasi dari elemen Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Papua, mengatakan berbagai pelanggaran HAM di Papua tak kunjung diselesaikan. "Jika tak segera ditangani, pelanggaran HAM yang berlangsung terus-menerus ini akan menjadi trauma dan sakit hati bagi orang Papua," ujarnya. Meski sudah berlangsung selama satu jam, sejak pukul 08.30, belum tampak aparat berseragam di lokasi. (ich) Ada foto pemalangan, sudah dikirim.
JAYAPURA, KOMPAS.com - Sekitar seratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Solidaritas Korban Pelanggaran HAM Papua, Kamis (10/12/2009), memalang jalur masuk ke Kampus Universitas Negeri Cenderawasih Jayapura Papua.
Mereka beraksi untuk memperingati Hari HAM Internasional. Pemalangan mengakibatkan proses perkuliahan di kampus unggulan setempat ini tak berlangsung normal. Dosen dan mahasiswa tertahan di pintu masuk, tak dapat masuk ke kampus.
Di depan jalur masuk, Pembantu Rektor III Uncen, Paulus Homers masih tertahan di gapura masuk. Ia berusaha membujuk massa untuk membuka palang, tetapi ditolak.
Dalam orasinya, aktivis mahasiswa yang didominasi dari elemen Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Papua, mengatakan berbagai pelanggaran HAM di Papua tak kunjung diselesaikan. "Jika tak segera ditangani, pelanggaran HAM yang berlangsung terus-menerus ini akan menjadi trauma dan sakit hati bagi orang Papua," ujarnya.
Meski sudah berlangsung selama satu jam, sejak pukul 08.30, belum tampak aparat berseragam di lokasi.