JAKARTA,KOMPAS.com - Ada yang berbeda dengan areal Gedung KPK pada Rabu ( 9/12/09 ) malam. Ratusan massa yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum tampak berjoget dan berjingkrak ria sesuka hati.
Mereka menikmati alunan musik-musik yang diperdengarkan oleh kelompok musisi jalanan dari atas sebuah panggung sederhana. Inilah panggung rakyat simbol perlawanan antikorupsi.
Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Bersatu (Gemasatu) ini memang menampilkan sejumlah pertunjukan dan musik rakyat sebagai bentuk apresiasi perlawanan terhadap korupsi.
Massa yang semula terpisah dalam kelompok-kelompok kecil seketika langsung cair dan bersatu padu saat kelompok musik dari Sanggar Roda memainkan lagu Orkes Sakit Hati karya Band Slank. Mereka seolah terhipnotis dan berjoget bersama membuat sebuah lingkaran besar manusia.
"Setujukah teman-teman bahwa inilah hari raya semua agama di Indonesia, hari raya antikorupsi," tanya seorang pembawa acara. "Setujuuuu," jawab seluruh massa kompak.
Tak ada batasan waktu bagi "hajatan" karya mahasiswa ini. Chalisa salah satu peserta mengatakan mahasiswa akan bertahan sampai pagi. "Semua mengalir aja. Siapa saja boleh datang dan ikut bergabung," katanya.
Ravi, arranger dari kelompok musik Sanggar Roda mengaku sangat menikmati bisa menjadi pengisi acara tersebut. "Mungkin ini panggung yang paling sederhana dari semua panggung yang pernah kami tampil. Tapi di sini rasanya ada kebersamaan yang tidak ada di tempat lain," katanya.
Semangat antikorupsi, sebut Ravi menjadi pemersatu seluruh elemen masyarakat untuk menyumbangkan aspirasi dan apresiasinya pada acara itu. Ia mengaku tidak mendapat bayaran sepeserpun untuk tampil malam ini.
Malam ini, KPK seolah sudah dikuasai oleh mahasiswa dan kalangan masyarakat umum. Bahkan aparat kepolisian yang berjaga pun ikut berbaur dengan para peserta panggung terbuka itu. Beberapa dari mereka terlihat berbincang dengan mahasiswa seputar isu politik nasional yang menjadi polemik akhir-akhir ini. Sementara sebagian lainnya masih tetap bertugas mengatur kelancaran arus lalin di ruas jalan tersebut.
"Ya kita kan melaksanakan tugas untuk melakukan pengamanan. Tapi kita juga mendukung pemberantasan korupsi kok. Sama aja kayak mereka semua. Kita kan juga rakyat," kata salah seorang polisi.
Malam ini KPK betul-betul "menjelma" menjadi panggung rakyat. Semua elemen bersatu padu di sekitar panggung menjadikan perayaan hari antikorupsi sebagai momentum gerakan moral melawan korupsi. Selamat Hari Raya Antikorupsi!
