Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 06:30 WIB
Maruarar Temui Peserta Aksi Mogok Makan di DPR
Caroline Damanik | Glo | Rabu, 9 Desember 2009 | 11:23 WIB
|
Share:

KOMPAS.com/Caroline Damanik
Muhammad Dadang Iskandar (kiri) perang mulut dengan polisi yang bertugas di Gedung DPR karena rencana aksi mogok makannya dilarang dan spanduknya disita. Meski tanpa spanduk, akhirnya Dadang tetap menggelar aksinya di lobi Nusantara III DPR, Rabu (9/12).

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi PDI-P yang juga tergabung dalam Tim 9 dan Pansus Angket Century Maruarar Sirait akhirnya menemui dua aktivis yang menggelar aksi mogok makan di lobi Gedung Nusantara III DPR RI, Rabu (9/12).

Maruarar lalu mempertemukan mereka yang menggelar aksi dengan perwakilan Humas dan Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR RI. Maruarar mempertanyakan alasan pihak Pamdal melarang aksi mogok makan tersebut dan menyita spanduk mereka.

Pihak Pamdal beralasan hanya membantu pihak Humas untuk mengamankan gedung. "Jangan terlalu birokrasilah, kita kan sama-sama di DPR. Apa ada larangan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi bawa spanduk. Aturannya yang mana? Isinya apa?" tanya Maruarar.

Ketika ditanyakan apakah ada aturan yang melarangnya, Pamdal gelagapan dan segera memanggil pihak Humas. Ketika Humas datang, mereka pun tak bisa menunjukkannya. "Ya sudahlah, kembalikan saja spanduknya, mereka kan akan berjanji tertib," tuturnya kemudian.

Maruarar pun meminta kedua pihak bersalaman. Sementara itu, setelah keramaian bubar, hingga berita ini diturunkan, spanduk juga belum dikembalikan.