Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 08:09 WIB
Ibunda Jared Harap Ani Yudhoyono Berempati
Caroline Damanik | wsn | Selasa, 8 Desember 2009 | 15:28 WIB
|
Share:

KOMPAS.com/Caroline Damanik
Juliana Dharmadi, ibunda si kembar Jared Christophel dan Jayden Christophel mengaku akan terus memperjuangkan hak putranya Jared secara hukum karena telah mengalami pembiaran dari dokter anak di RS Omni Internasional Alam Sutera Serpong setelah diketahui lahir prematur.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga kini, Juliana Dharmadi bertekad terus memperjuangkan keadilan bagi putranya, Jared Christophel, yang menurutnya mengalami buta permanen karena mengalami pembiaran dari dokter selama berada di inkubator ketika lahir di RS Omni Internasional Alam Sutera Serpong. Jared yang lahir prematur mengalami retinopathy of prematurity (ROP) stadium empat. Sementara itu, kembarannya, Jayden Christophel, mengalami mata silindris 2.5 (kiri dan kanan).

Dalam perjuangannya, Juliana mengharapkan istri Presiden SBY, Ani Yudhoyono, berempati terhadap hak-hak konsumen sepertinya, apalagi berkaitan dengan nasib anak-anak. "Sangat saya harapkan kepada Ibu Ani, Ibunda Negara kita dan saya ibunda anak saya, ke mana lagi kami harus pergi kalau bukan kepada Presiden kami yang kami pilih sendiri," ujar Juliana kepada wartawan di Sun City Ballroom, Selasa (8/12).

Juliana mengaku baru tahu bahwa anaknya mengalami kebutaan permanen setelah keluar dari rumah sakit. Dokter yang dikunjunginya di salah satu klinik mata angkat tangan ketika dikonfirmasi soal kondisi mata Jared. Lantas, secara berkala dia dan Jared konsultasi dengan International Children Hospital West-Mid Sydney. Para dokter yang menangani Jared di Negara Kanguru tersebut malah menyayangkan kondisi Jared yang seharusnya tak perlu mengalami ROP stadium empat jika diawasi dengan serius.

Dokter pun telah mengeluarkan surat untuk menjadi rujukan bukti di Indonesia. Sayangnya, polisi telah mengeluarkan Surat Peringatan Kedua (SP2) yang berisi rencana pemberhentian penyidikan kasus ini. "Kami minta rasa iba dan rasa sayang dari Ibu Negara. Ibu Ani pasti mempunyai hati untuk mampu meneruskannya," tandas wanita itu.