JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak dua puluh peneliti asal Australia dan Indonesia, Selasa ( 8/12 ) ini bakal mempublikasikan penelitian gabungan mereka tentang isu-isu tata kelola pemerintahan prioritas di Indonesia. Acara Forum Penelitian Kebijakan Australia-Indonesia (Australia-Indonesia Policy Research Forum/ AIGRP) ini, merupakan prugram penelitian kolaboratif perintis yang didanai Australia.
"Selama ini kita bisa kerja secara kooperatif dan semua sangat bagus. Para peneliti dari kedua negara bekerja lebih erat dari sebelumnya,"kata Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmer, saat membuka acara ini, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta.
Farmer berharap, forum tahunan ini bisa memperkuat pengambilan kebijakan publik di Indonesia. Diharapkan, pemerintah mendukung penelitian tata kelola baru, mendorong kolaborasi di antara para pemimpin akademisi, dan membangun kapasitas penelitian setempat. Di forum ini, sepuluh peneliti bakal menuturkan secara detail temuan-temuan baru mereka tentang perubahan iklim dan keamanan suplai pangan, pelaporan finansial publik, partai-partai lokal di Aceh, asuransi dan jaminan sosial, pengelolaan hutan dan pembuatan undang-undang level kabupaten.
Para partisipan dalam forum tersebut termasuk para pejabat pemerintah senior, pimpinan organisasi internasional dan sejumlah perwakilan dari universitas, dan lembaga kebijakan.

