Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 08:07 WIB
KPK Batalkan Rencana Acara 9 Desember
Sandro Gatra | wah | Senin, 7 Desember 2009 | 20:19 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk membatalkan penyelenggaraan rangkaian acara untuk menyambut Hari Anti Korupsi Sedunia pada Rabu (9/12). Keputusan itu diambil dalam rapat pimpinan KPK sore tadi.

"Berdasarkan rapat internal semua acara dibatalkan," ucap Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, saat jumpa pers di Gedung KPK, Senin (7/12). Tumpak didampingi pimpinan Haryono Umar, Juru Bicara KPK Johan Budi, dan beberapa Deputi KPK.

Sebelumnya, kata Tumpak, pihak KPK, kejaksaan, kepolisian, Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, serta BUMN akan menyelenggarakan acara bersama di Gedung KPK, hari Rabu mendatang. Namun, Menneg PAN hari ini telah memutuskan membatalkan terlibat dalam acara.

"Menpan telah batalkan acara. Pertamina juga kita dengar batal. KPK juga ikut serta karena kita gabungan dengan mereka. Kita ingin suasana kondusif," jelas Tumpak.

Ketika ditanya apakah pembatalan terkait pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa aksi 9 Desember ditunggangi oleh kelompok-kelompok tertentu dan bermuatan politik, Tumpak membantahnya. "Kita sudah bergabung dengan Menpan," kata dia.

Untuk memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, ungkap Tumpak, KPK akan menyelenggarakan acara internal tanpa mengundang pihak luar KPK. "Kita tidak ikut kegiatan di luar KPK. Kita hanya adakan renungan, doa bersama, syukuran internal. Sebatas itu saja. Kita tidak ikut sebagaimana tahun-tahun lalu," ucapnya.

"Kecuali untuk tanggal 14 Desember. Kita akan panggil tokoh-tokoh nasional untuk memberi masukan dan menilai kami. Semacam introspeksi. Itu acara rutin tahunan menyambut ulang tahun KPK tanggal 29 Desember," ujar dia.