JAKARTA, KOMPAS.com — Dua hari lagi aksi peringatan Hari Antikorupsi Sedunia pada 9 Desember digelar besar-besaran. Monumen Nasional dan Bundaran Hotel Indonesia bakal dipenuhi pendemo yang mendukung Gerakan Indonesia Bersih.
Namun, Gerakan Indonesia Bersih tidak serta-merta membuat Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Muladi kepincut untuk ikut turun ke jalan. "Ya enggak lah. Masa pejabat ikut-ikut seperti itu," ucap Gubernur Lemhannas Muladi di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (7/12).
Meski tak ikut turun ke jalan, Muladi mengaku memberi dukungan moral atas aksi yang memperingati hari antikorupsi sedunia tersebut. "Secara moral saya mendukung," paparnya.
Gerakan 9 Desember pada Hari Antikorupsi Sedunia melibatkan sejumlah aktivis, tokoh agama, dan tokoh nasional. Gerakan ini serentak dilakukan di 33 provinsi, 400-an kabupaten/kota, dengan beragam acara, dari aksi, diskusi, sampai pembacaan puisi.
