Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 08:05 WIB
Kompak Waspadai Penyusupan Politisi
Hindra Liauw | made | Senin, 7 Desember 2009 | 19:01 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN
Aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (KOMPAK) merespon pidato tanggapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap rekomendasi Tim Delapan, saat menyaksikan tayangannya melalui televisi di Kantor Imparsial, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (23/11) malam.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi atau Kompak akan mewaspadai kemungkinan para politisi menggunakan aksi moral dan sosial 9 Desember di Monas-Bundaran HI sebagai kepentingan mereka. Demikian disampaikan anggota Kompak, Thamrin Amal Tamagola, Senin (7/12), kepada Kompas.com di kantor Pedoman Indonesia, Jakarta. "Kita waspadai itu. Mereka sudah dikasih batas-batas," ujarnya.

Pada aksi tersebut, para politisi yang direncanakan hadir, seperti Fadli Zon dan Rizal Ramli, tidak akan berorasi di hadapan massa. Thamrin sendiri mengatakan, acara yang turut melibatkan berbagai elemen bangsa tersebut hanya berupa doa. Massa akan berkumpul pukul 12.00 siang di sekitar Monumen Nasional. Setelah itu, mereka akan bersama-sama berjalan menuju Bundaran HI.

Selain aktivis Kompak dan mahasiswa, turut hadir dalam acara tersebut budayawan Mohamad Sobary, tokoh nasional Hasyim Muzadi, Din Syamsuddin, dan lainnya. Sementara itu, aksi tersebut turut diramaikan oleh Edo Kondologit, Franky Silahua, dan Rieke Dyah Pitaloka.