Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 08:05 WIB
Hidayat Nur Wahid: 9 Desember Bukan Ancaman bagi Pemerintah
| msh | Senin, 7 Desember 2009 | 18:50 WIB
|
Share:

BANDUNG, KOMPAS.com — Mantan Ketua MPR Hidayat Nurwahid menilai rencana aksi berbagai kelompok masyarakat dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia pada 9 Desember lusa bukanlah ancaman terhadap pemerintahan yang harus disikapi secara berlebihan.

"Sekarang merupakan era demokrasi, karena itu mari ciptakan demokrasi yang bersih. Bukan democrazy," kata mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang kini Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI kepada pers di Bandung, Senin (7/12).

Menurut politisi PKS itu, saat ini merupakan eranya berdemokrasi sehingga berbagai aspirasi masyarakat bebas untuk disampaikan secara baik dan benar. Karenanya, rencana aksi sekelompok masyarakat dalam rangka memperingati hari antikorupsi sedunia itu tidak perlu ditanggapi secara berlebihan oleh pemerintah.

Lebih lanjut Hidayat mengatakan, apabila aksi tersebut berlangsung aman, damai, dan tertib, maka hal itu justru akan menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung demokrasi secara santun dan bermartabat. "Indonesia adalah negara yang menjunjung demokrasi yang luar biasa di Asia melalui cara-cara damai sehingga itu justru dapat bermanfaat," katanya.

Terkait dengan upaya pemberantasan korupsi, Hidayat menyatakan, sidang pleno keempat Asian Parliamentary Assembly (APA) juga akan menyinggung hal itu dalam salah satu resolusinya.

Sebagai salah satu bentuk dukungan dalam memberantas korupsi itu, pertemuan APA di Bandung juga akan dijadikan bentuk percontohan dan pembelajaran dalam memberantas korupsi di negara-negara Asia.