Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 08:02 WIB
Kompak: Pernyataan Kepala BIN Kontraproduktif
Hindra Liauw | wah | Senin, 7 Desember 2009 | 16:08 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) menilai pernyataan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Sutanto bahwa ada kemungkinan Gerakan 9 Desember ditunggangi koruptor sebagai hal yang kontraproduktif.

"BIN seharusnya melihat respons-respons yang berada di masyarakat, lalu memformulasikannya dengan bahasa yang menenangkan, bukan menuduh. BIN adalah badan intelijen negara, bukan Bintainment," ujar salah seorang aktivis Kompak, Kiai Haji Maman Imanulhaq, Senin (7/12) kepada Kompas.com.

Hal senada disampaikan aktivis lainnya, Fadjroel Rahman. "Pernyataan Kepala BIN berbau fitnah yang tidak bermutu. Kami hanya ditunggangi akal sehat dan hati nurani. Ini sudah terang benderang," kata Fadjroel. Ia meminta agar Sutanto segera mencabut pernyataannya.

Sementara itu, aktivis Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika Nia Sjarifudin mengaku bertanya-tanya mengapa aparat pemerintah justru lebih cerdas untuk membuat masyarakat panik daripada tenang. "Mengapa isu perlawanan terhadap korupsi dilawan dengan hal-hal yang kontraproduktif," ujarnya.

Nia mengatakan, kredibilitas aktivis Kompak, seperti Fadjroel Rahman, Effendi Ghazali, dan Thamrin Amal Tomagola, sudah tidak dapat diragukan. Mereka, lanjutnya, bukan sosok yang baru menggeluti isu hak-hak rakyat selama setahun-dua tahun.