Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 08:01 WIB
Menko Polhukam: Tidak Ada Siaga Satu untuk 9 Desember
Leo Sunu | wsn | Senin, 7 Desember 2009 | 15:25 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Menko Polhukam Djoko Suyanto berusaha menepis kekhawatiran masyarakat mengenai adanya isu kekisruhan yang mungkin terjadi pada peringatan hari antikorupsi sedunia pada 9 Desember mendatang. Seusai rapat koordinasi bersama sejumlah menteri, Senin (7/12), Djoko Suyanto mengatakan bahwa pengamanan jalannya aksi tersebut akan berlangsung normal saja.

"Tidak ada siaga satu. Kapolri, Panglima TNI, dan aparat lain bekerja seperti biasa karena kita menganggap ini kerja bareng kita di hari antikorupsi," kata Djoko kepada wartawan, Senin.

Ia mengatakan, peringatan hari antikorupsi tersebut lebih diarahkan guna meningkatkan sinergi antara pemerintah dan nonpemerintah dalam komitmen penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. "Tidak ada special treatment untuk pengamanan aksi itu. Akan tetapi, kewaspadaan dari teman-teman yang melaksanakan aksi dan kewaspadaan aparat yang menjaga itu supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan," ungkapnya.

Mengenai kesiapan personel di lapangan, ia mengatakan bahwa semua disiagakan normal seperti biasa. Baik Polri maupun TNI akan melakukan pengamanan di titik-titik yang memang menjadi posnya. "Personel rutin saja. TNI di tempatnya masing-masing. Kalau polisi kan di jalan-jalan banyak," tandasnya.

Selain membahas persiapan jelang 9 Desember, Djoko mengatakan bahwa rapat koordinasi tersebut juga secara khusus membahas program kerja 100 hari kabinet dan persiapan pilkada yang akan dilaksanakan pada 2010. Selain menteri di jajaran politik, hukum, dan keamanan, rapat juga dihadiri oleh Panglima TNI, Kepala Polri, dan Jaksa Agung. "Jadi, tidak hanya membahas aksi besok, tetapi juga membahas program lain yang lebih penting," ujarnya.