Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 07:54 WIB
Jemaah Gelombang Kedua ke Madinah
| jimbon | Minggu, 6 Desember 2009 | 05:52 WIB
|
Share:

AFP/MAHMUD HAMS
Jemaah haji berkumpul di Mina, Jumat (27/11), untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji berupa melempar jumrah (melempar kerikil ke arah tiang), simbol memerangi setan. Pengaturan arah dan jalur yang dilalui jemaah menuju dan meninggalkan lokasi pelemparan yang lebih baik membuat proses melempar berjalan aman.

TERKAIT:

MEKKAH, KOMPAS.com - Hampir sepekan setelah puncak ibadah haji di Mekkah, kota Madinah mulai ramai didatangi jemaah. Mobil jemaah khusus mulai memasuki kota yang jaraknya sekitar 450 kilometer dari Mekkah itu dalam beberapa hari ini. Senin dipastikan bertambah ramai karena jemaah haji Indonesia reguler gelombang II dijadwalkan tiba.

Demikian dilaporkan wartawan Kompas H Subhan SD dari Mekkah, Sabtu (5/12). Hotel-hotel mulai terisi kembali. Di Masjid Nabawi terlihat antrean jemaah yang hendak shalat atau berziarah ke makam Rasul.

”Madinah memang mulai ramai. Sudah banyak anggota jemaah yang datang, tetapi jemaah mesti siap-siap karena udara cukup dingin,” kata Sugiarto, petugas haji di Madinah.

Saat ini jemaah yang sudah tiba di Madinah adalah jemaah biro perjalanan ibadah haji khusus (BPIHK). Adapun jemaah reguler gelombang II baru dijadwalkan berangkat ke Madinah hari Minggu malam nanti dan dijadwalkan tiba Senin dini hari.

Jemaah gelombang II ini rata-rata akan tinggal di Madinah selama 10 hari sebelum dipulangkan melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah.

Selama berada di Madinah, jemaah akan melaksanakan shalat arbain atau shalat lima waktu selama delapan hari tanpa terputus, jadi total 40 waktu. Selain itu, jemaah juga akan berziarah ke tempat-tempat bersejarah.

Lebih sepekan silam, Madinah terlihat lengang karena semua anggota jemaah haji terkonsentrasi di Mekkah dan Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina), terutama pada tanggal 8-13 Zulhijjah.

Media Center Haji Departemen Agama di Jakarta melaporkan, Amirul Haj Bahrul Hayat, yang baru tiba Sabtu (5/12) dini hari di Jakarta, menilai, adanya jemaah haji nonkuota sangat mengganggu sistem perhajian nasional, termasuk mengganggu pelayanan terhadap jemaah haji Indonesia sendiri. Panitia haji mencatat ada 1.045 anggota jemaah haji nonkuota. Namun, muasasah mencatat, jumlah jemaah haji nonkuota dari Indonesia mencapai 3.000 orang. (MAM)

Sumber :
Kompas Cetak