Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 16:36 WIB
Pernyataan Presiden soal Aksi 9 Desember untuk "Counter"
Wahyu Satriani Ari Wulan | tof | Sabtu, 5 Desember 2009 | 16:45 WIB
|
Share:

Dok Prayirno Ramelan
Prayitno Ramelan dan bukunya, Intelijen Bertawaf: Teroris Malaysia Dalam Kupasan.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pernyataan Presiden tentang kemunculan aksi gerakan sosial saat Hari Antikorupsi Internasional pada 9 Desember 2009 dinilai sebagai tindakan untuk mencegah agar aksi tersebut tidak ditunggangi gerakan dengan motif tertentu.

Demikian disampaikan Marsekal Muda TNI (Purn) Prayitno Ramelan seusai peluncuran bukunya, Intelijen Bertawaf: Teroris Malaysia Dalam Kupasan di Essece Residence, Jakarta, Sabtu (5/12).

"Menurut saya, itu tindakan counter," kata Prayitno.

Prayitno menilai pernyataan Presiden tersebut wajar. Dia meminta agar berbagai pihak tidak menilai pernyataan Presiden ini sebagai hal yang negatif agar tidak timbul opini di tengah masyarakat.

"Tolong jangan underestimate Presiden. Beliau ada Demokrat, militer dan teknokrat. Ini yang kelihatannya jadi lambat. Demokrasi ini memang pelan," tuturnya.

Menjelang peringatan antikorupsi sedunia, Presiden SBY telah menerima informasi mengenai sejumlah gerakan sosial antikorupsi. Namun, dia khawatir gerakan ini dimanfaatkan dengan motif tertentu.

"Motifnya lain, tidak dalam rangka pemberantasan korupsi. Ada muncul satu tokoh yang lima tahun terakhir ini tiba-tiba muncul, ya selamat datang," kata Presiden, kemarin.

Advertorial
»