Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 16:36 WIB
Prayitno: Teroris di Indonesia Punya Motif Politik
Wahyu Satriani Ari Wulan | made | Sabtu, 5 Desember 2009 | 16:02 WIB
|
Share:

Dok Prayitno Ramelan
Prayitno Ramelan dan bukunya, Intelijen Bertawaf: Teroris Malaysia Dalam Kupasan.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Marsekal Muda TNI (Purn) Prayitno Ramelan mengatakan, berbagai aksi teror bom yang dilakukan oleh para teroris di Indonesia memiliki motif politik. Menurutnya, teroris tersebut mempunyai keinginan untuk menekan dan menyerang Amerika Serikat dan menjadikan Indonesia sebagai sasaran aksinya.

"Noordin M Top itu sebenarnya ingin menyerang Amerika dan itu caranya. Menyerang Indonesia dan negara-negara lain. Itu motif secara politik," jelas Prayitno, seusai peluncuran buku karyanya, Intelijen Bertawaf: Teroris Malaysia Dalam Kupasan di Essence Residence, Jakarta, Sabtu (5/12).

Menurutnya, Indonesia menjadi sasaran aksi para teroris karena memiliki hukum dan undang-undang yang lemah serta kurang tegas. Hal ini membuat para teroris mudah untuk melancarkan aksinya.

Kendati Noordin M Top telah tewas, tetapi Prayitno memperkirakan, para teroris dari Malaysia masih akan menyambangi Indonesia kembali.

"Coba kalau dia (teroris) melakukan aksinya di Malaysia. Belum apa-apa, tetapi sudah ketahuan. Ini belum tentu selesai. Noordin mati, tetapi para teroris lainnya kemungkinan besar akan datang lagi kesini," tuturnya.

Selain atas motif politik, Prayitno menjelaskan, teroris bisa dilakukan karena motif kriminal. Menurutnya, teroris dengan motif ini dilakukan untuk kepentingan pemerasan atau kejahatan. Misalnya, teror untuk menekan suatu perusahaan demi kepentingan ekonomis.

Advertorial
»