Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 07:52 WIB
Tanyakan Keterlibatan Idrus dalam Kasus Impor Gula, PDIP-Golkar Sempat Panas
Hindra Liauw | ksp | Jumat, 4 Desember 2009 | 21:59 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinamika penentuan ketua Panitia Angket Century, Jumat (4/12) malam sempat memanas. Hal ini ditenggarai permintaan klarifikasi anggota panitia angket dari Fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari terhadap calon ketua panitia angket dari Fraksi Golkar, Idrus Marham.

"Saya membutuhkan klarifikasi dari Saudara Idrus. Dalam lampiran laporan BPK tahun 2005, saudara Idrus pernah menjadi saksi dalam kasus impor beras," ujar Eva.

Permintaan klarifikasi Eva ini langsung dihujani beberapa interupsi. Sama seperti F-Golkar, F-PDIP juga mengajukan calon ketua panitia angket, yaitu Gayus Lumbuun. Kedua fraksi besar di Parlemen tersebut memiliki kans yang kuat dibandingkan dua kandidat lainnya, Yahya Sacawiriya dari Fraksi Partai Demokrat, dan Mahfud Siddiq dari F-PKS.

Menanggapi permintaan klarifikasi ini, pimpinan rapat Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP Partai Golkar sempat terperanjat. "Sebenarnya, tidak lazim ada pandangan yang langsung menohok. Tapi saya mencoba bersikap adil dan memberikan kesempatan kepada saudara Idrus untuk menjawab," ujar Priyo.

Sementara itu, anggota F-Golkar lainnya, Agun Gunadjar Sudarsa, mengatakan, "Kami tercederai. Seolah-olah calon yang kami ajukan berkredibilitas rendah." Hal senada diungkapkan anggota lainnya, Ibnu Munzir.

"Fraksi kami sedikit terganggu. Ini tidak etis. Semua calon yang diajukan kredibel," ujar Ibnu. Sayangnya, ketika interupsi berlangsung, Eva meninggalkan ruangan. Idrus, ketika memberikan klarifikasi, mengatakan, "Sampai hari ini tidak ada yang perlu diklarifikasi karena memang tidak ada keterkaitan. Saya tidak pernah menjadi saksi."

Belakangan, setelah situasi mereda, Eva masuk kembali ke ruang rapat. Eva mengatakan, dirinya menerima klarifikasi Idrus, dan meminta agar hal ini tidak diperpanjang. Situasi pun mereda. Namun, hingga memasuki masa skors, keduanya tidak saling bertegur sapa.