Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 07:48 WIB
Murdaya Poo: Orang PDI-P Badut
Hindra Liauw | mbonk | Jumat, 4 Desember 2009 | 13:00 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Murdaya Poo terusik akibat pemecatan dirinya dari fraksi dan PDI-P. Informasi pemecatan tersebut disampaikan oleh Sekjen PDI-P Pramono Anung dan Ketua Fraksi PDI-P Tjahjo Kumolo kepada para wartawan, Kamis kemarin. Murdaya dinilai tidak loyal kepada partai.

"Badut-badut tuh. Itu orang cari muka saja. Saya ini di PDI-P bukan cari hidup, tapi untuk membantu. Tapi terserah, saya tidak mau banyak cakap," ujar Murdaya kepada para wartawan, Jumat (4/12), seusai mengikuti Rapat Paripurna akhir DPR RI.

Murdaya, anggota legislatif dari daerah pemilihan Banten, mengatakan tidak kecewa dengan pemecatan tersebut. Ketika tidak menjadi anggota Dewan, salah satu orang terkaya di Indonesia ini mengatakan akan melanjutkan bisnisnya.

Terkait kehadiran Murdaya di Rapat Paripurna, kepada Kompas.com, Tjahjo mengatakan, hal tersebut dikarenakan pergantian antarwaktu (PAW) Murdaya belum dilakukan. "Kan PAW anggota DPR memerlukan waktu yang lama, dari surat DPP PDI-P ke Fraksi PDI-P ke Ketua DPR ke KPU, dan ditandatangani Presiden. Setelah itu balik lagi ke KPU terus ke Ketua DPP, baru pelantikan penggantinya. Ini bisa memakan waktu dua bulan. Sepanjang belum ada Keppres baru, ya yang bersangkutan masih sebagai anggota DPR," ujarnya.