Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 07:47 WIB
Perebutan Pimpinan Panitia Angket Kian Meruncing
Hindra Liauw | hertanto | Jumat, 4 Desember 2009 | 10:34 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Konstelasi perebutan pimpinan Panitia Angket Century tampaknya semakin mengerucut ke dua fraksi besar di parlemen, yaitu Fraksi P-DIP, yang mencalonkan Gayus Lumbuun, dan Fraksi Golkar, yang menjagokan Idrus Marham.

Hal itu setidaknya tecermin setelah Ketua DPP Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, menyatakan dukungannya kepada calon pimpinan Panitia Angket Century yang diusung Fraksi Golkar, Idrus Marham.

"Kami memberikan dukungan ke Idrus Marham," ujar Ruhut kepada para wartawan, Jumat (4/12) di depan Ruang Rapat Paripurna DPR, Gedung MPR/DPR, Jakarta.

Pernyataan Ruhut itu memperkuat pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie dan Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Marzuki mengatakan, penentuan pimpinan diserahkan pada mekanisme pansus.

"Kami tak mau dianggap menyimpangkan arah pansus seperti diopinikan partai oposisi," ujar Marzuki, Kamis kemarin.

"Kami sudah tidak terlalu ngotot mengisi posisi pimpinan pansus," ujar Anas beberapa waktu lalu.

Sebaliknya, Fraksi Golkar dan F-PDIP semakin vokal mengungkapkan niatnya mengisi pimpinan Panitia Angket Century. "Untuk voting, PDI-P akan fight karena ini berkaitan dengan pernyampaian aspirasi masyarakat," ujar Sekjen PDI-P Pramono Anung.

Secara terpisah, Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan, "Golkar siap memimpin pansus angket," ujarnya.

Terkait perebutan dua fraksi besar ini, pengamat politik Burhanuddin Muhtadi, kepada Kompas.com, Jumat (4/12) pagi, mengatakan, kans Idrus lebih besar dari Gayus. "Pertama, Golkar bisa menjadi penengah akibat deadlock PDIP-Golkar. Keduanya pasti tidak mau mengalah," ujar Burhanuddin.

"Kedua, dari sisi proporsionalitas, Fraksi Golkar memiliki kursi terbanyak kedua di Panitia Angket Century, yaitu enam kursi. Ketiga, Golkar juga merupakan inisiator Hak Angket," ujarnya.

Terkait sikap Fraksi Partai Demokrat yang lebih condong ke Idrus, Burhanuddin menilainya sebagai sesuatu yang wajar. "Jika pimpinan berasal dari F-PDIP, ini akan merugikan Demokrat," ujarnya.

Namun, pria lulusan Australian National University itu mengingatkan, risiko jika pimpinan Panitia Angket Century berasal dari Fraksi Golkar. "Jika Panitia Angket Century ini 'masuk angin', ini akan menjadi tanda tanya besar di publik. Ini juga tidak sejalan dengan amanat Presiden SBY bahwa kasus ini harus segera dituntaskan," imbuhnya.

Burhanuddin menambahkan, secara fatsun politik, pimpinan Panitia Angket Century harus berasal dari F-PDIP.