Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 00:10 WIB
Terima Penyandang Cacat, Wapres Boediono Teringat Ayahnya
Suhartono | wsn | Kamis, 3 Desember 2009 | 12:20 WIB
|
Share:

PERSDA NETWORK/ BIAN HARNANSA
Wapres Boediono

JAKARTA, KOMPAS.com - Peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat (Hipenca) Kamis (3/12) membuat wapres Boediono menitikkan airmata karena mengingat ayahnya almarhum Ahmad Sastro Sardjono yang meninggal setelah kehilangan penglihatan.

Boediono terlihat beberapa kali mengusap mata saat menghadiri acara Hipenca yang diselenggarakan di Istana Wapres siang ini. Mengawali sambutannya di acara tersebut, Boediono mengaku ia mengusap matanya karena teringat almarhum ayahnya. "Saya tersentuh dan saya terharu karena di hari yang penting ini saya mengingat ayah saya yang pada suatu ketika mengalami musibah hilangnya penglihatan hingga meninggal dunia," ujar Boediono dengan intonasi pelan.

Dalam acara itu, sejumlah menteri terlihat hadir. Ini adalah hal yang unik karena acara wapres jarang dihadiri menteri-menteri. Mereka yang hadir adalah Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigarsi Muhaimin Iskandar, dan Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, serta Ketua Umum Persatuan Penyandang Cacat Indonesia Siswadi.

Menurut Boediono, ia merasa sama dengan para peserta yang hadir. Pasalnya, sejak kecil ia dibesarkan di lingkungan keluarga yang memiliki hambatan fisik yaitu orangtua yang buta. Dalam catatan Kompas, Boediono adalah anak tertua pasangan Samilah dan Ahmad Sastro Sardjono yang pedagang kain batik.

Saat mengenang ayahnya, Boediono juga sempat menyatakan bahwa ayahnya tidak bisa menyaksikan putranya menjadi wakil presiden RI.

Lebih jauh Boediono menegaskan, meskipun mengalami hambatan fisik, penyandang cacat tidak boleh gampang menyerah dan harus berjuang. "Sebagai pemerintah saya harus mengurangi hambatan-hambatan yang dialami oleh para penyandang cacat. Terhadap beberapa institusi yang masih kurang maksimal memenuhi kebutuhan penyandang cacat, saya akan ikut mendorong institusi tersebut agar memenuhi fasilitas publik bagi penyandang cacat," papar Boediono.