JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein mengakui kesulitan menelusuri aliran dana Bank Century (kini Bank Mutiara).
Dia menyebut, pihaknya bukan Doraemon, salah satu tokoh kartun asal Jepang yang mempunyai kantong ajaib dan sanggup melakukan apa saja.
"Kami dianggap seperti doraemon saja, itu cerita anak-anak yang punya kantong ajaib dan baling-baling. Dikira kami bisa telusuri apa saja sampai aliran dana hingga 7 lapis," ujarnya saat penandatanganan nota kesepahaman dengan Depkeu, KPK, dan Komisi Yudisial di Gedung Depkeu, Jakarta, Kamis (3/12).
Menurutnya, saat ini pihaknya juga belum merampungkan permintaan Badan Pemeriksa Keuangan untuk menelusuri aliran dana 51 nasabah Bank Century. Menurut Yunus, sulitnya penelusuran aliran dana tersebut karena pihaknya tidak mempunyai database online ke semua bank.
"Jadi, ekspektasi ke kami ini terlalu besar, baik dari politisi di DPR maupun dari teman-teman wartawan. Padahal, kami enggak punya data online ke semua nasabah," tandasnya.

