Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 07:45 WIB
Dukungan agar Angket Century Tak "Masuk Angin"
| jimbon | Kamis, 3 Desember 2009 | 07:10 WIB
|
Share:

KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie (kiri) menerima dokumen berisi tanda tangan 139 anggota DPR yang mengajukan usulan hak angket atas pengusutan kasus Bank Century, Kamis (12/11).

TERKAIT:

KOMPAS.com - Sejak Sabtu lalu sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat, inisiator hak angket Bank Century, rajin menyambangi tokoh bangsa. Setiap hari mereka yang menamakan diri Tim Sembilan berkeliling, berharap agar hak angket itu tak ”masuk angin” dan kandas. 

Indikasi mulai masuknya berbagai kepentingan yang bisa melemahkan pengajuan hak angket pun mulai dirasakan Tim Sembilan. Pada rapat paripurna pertama saja mereka sudah merasakan ada upaya penggembosan pengajuan hak angket.

”Pada rapat paripurna sudah ada pembajakan. Kami tidak diizinkan membacakan usulan hak angket,” tutur Chanda Tirta Wijaya, inisiator hak angket dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), saat bertemu sejumlah pejabat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Selasa (1/12).

Usulan itu berisi lima poin pentingnya penggunaan hak angket dalam penyelidikan kasus Bank Century. Pertama, untuk mengetahui ada-tidaknya indikasi pelanggaran undang- undang dalam pengambilan keputusan pencairan dana talangan Rp 6,7 triliun. Kedua, mengurai kemungkinan adanya konspirasi antara pemegang saham Bank Century dan otoritas keuangan pemerintah, sekaligus keterlibatan sejumlah pejabat dalam pencairan dana nasabah.

Hak angket juga digunakan untuk menyelidiki ke mana saja aliran dana talangan diberikan. Juga menyelidiki penyebab terjadinya pembengkakan dana talangan menjadi Rp 6,7 triliun karena Bank Century adalah bank kecil yang bermasalah dan dalam status pengawasan khusus. Terakhir, hak angket digunakan untuk mengetahui seberapa besar kerugian negara akibat pencairan dana talangan itu.

Penggembosan angket Century mungkin terjadi karena tak semua inisiator masuk menjadi anggota panitia khusus (pansus). ”Inisiator berkurang setengahnya, tidak masuk pansus,” imbuh Chandra.

Oleh sebab itu, Tim Sembilan meminta agar masyarakat terus mengawal angket Century. Kunjungan mereka pada para tokoh nasional pun bertujuan meminta restu, dukungan, serta kawalan. ”Kami mendatangi senior, tokoh bangsa, karena tidak mau angket masuk angin, tidak mau menjadi tak konsisten,” kata Maruarar Sirait, inisiator dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Apalagi, lanjut Maruarar, mereka berada di tempat yang paling tidak dipercaya rakyat, yakni partai politik. Sebab itu, perjalanan hak angket Century perlu diawasi oleh tokoh nasional agar nasibnya tidak seperti sederetan usul angket sebelumnya yang kandas di tengah jalan.

Tim Sembilan menegaskan, angket diajukan tidak untuk menjatuhkan siapa pun. Angket diajukan untuk menguak kebenaran karena berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pemberian dana talangan tak memiliki dasar hukum, ada indikasi rekayasa, serta ada kerugian negara.

”Kasus seperti ini berulang kali terjadi dan melibatkan institusi yang sama,” tutur Andi Rahmat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sejak Sabtu lalu Tim Sembilan, antara lain, menemui KH Abdurrahman Wahid, Amien Rais, A Syafii Maarif, dan Din Syamsuddin. Tim pun menuai dukungan. (ANITA YOSSIHARA)

 

Sumber :
Kompas Cetak