PALANGKA RAYA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan krisis listrik yang saat ini tengah dihadapi di hampir seluruh wilayah Indonesia seharusnya dapat diatasi dengan pola pemikiran sederhana namun tepat.
Kepala Negara, saat berbicara dalam acara silaturahmi dengan para gubernur dari seluruh Indonesia di Palangka Raya, Rabu (2/12) malam mengatakan pemikiran sederhana itu antara lain menghitung kekurangan pasokan listrik bukan dengan instrumen pertumbuhan ekonomi dan permintaan pasokan listrik namun dengan mendata kebutuhan riil setiap provinsi.
"Menurut saya lebih baik sampai Desember 2009 provinsi per provinsi dihitung berapa kekurangannya jadikan ketemu angkanya," katanya. Dengan ditemukan angka kekurangan pasokan listrik, Presiden mengatakan dapat diambil langkah pemenuhan kekurangan tersebut dalam satu tahun ke depan.
Selain itu Kepala Negara juga mengatakan bila kemampuan Perusahaan Listrik Negara terbatas, maka ditempuh upaya lain untuk memenuhi pasokan termasuk skema sumber listrik independen. "Sekarang kita lihat PLN mampunya berapa, maka jangan paksa PLN. Dorong IPP, mari dalam 100 hari kita hitung semua, sehingga dalam satu tahun yang "byar pet" selesai maka tahun berikutnya untuk perkembangannya," kata Presiden.
