Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 07:42 WIB
Sri Mulyani: Suaranya Serak, Wajahnya Sendu
Wahyu Satriani Ari Wulan | hertanto | Rabu, 2 Desember 2009 | 11:24 WIB
|
Share:

ani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membuka ajang Investor Summit dan Capital Market Expo 2009 di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (2/12).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Berbagai pemberitaan yang terbilang menyudutkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait kasus Bank Century beberapa waktu terakhir ini tampaknya membuat wajah perempuan ini agak sendu. Hal ini terlihat saat Mbak Ani—sapaan akrabnya—membuka ajang Investor Summit dan Capital Market Expo 2009, Rabu (2/12) pagi ini, dengan suara yang serak.

"Maaf, suara saya agak serak karena saya agak sedikit batuk. Hari-hari terakhir ini seluruh wajah saya, ekspresi saya diteliti oleh semua pihak. Karena saya selalu mengangkat transparansi, saya pikir saya perlu menjelaskan kenapa suara dan wajah saya agak sendu seperti ini," ujar Menkeu, di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta.

Sepanjang pidatonya, perempuan kelahiran Bandar Lampung itu terus menyinggung masalah Bank Century. Bahkan, dia sempat berseloroh bahwa dirinya akan menerima bonus akhir tahun (tantiem) dalam bentuk Hak Angket Bank Century.

"Kalau di korporasi, saat ini Anda mikirnya tantiem, kalau saya tantiemnya hak angket," ujar Mbak Ani.

Seperti diketahui, Hak Angket Bank Century yang diajukan anggota Dewan dalam Sidang Paripurna DPR, Selasa (1/12), telah disetujui. Dengan adanya angket tersebut, audit investigatif aliran dana talangan Rp 6,7 triliun ke Bank Century diharapkan dapat memberi tekanan bagi Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) untuk lebih terbuka dalam memberikan data yang diperlukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).