KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Muhammadiyah Beri 'Pil Berani' untuk Tim Sembilan
Rabu, 2 Desember 2009 | 00:04 WIB
Kompas/Alif Ichwan
Mantan Ketua MPR Amien Rais ditemui para anggota DPR inisiator hak angket Bank Century atau Tim Sembilan, yang mencari dukungan moral pengawalan hak angket, di kediamannya, Taman Gandaria, Jakarta Selatan, Minggu (29/11). Seusai pertemuan, Amien Rais mengepalkan tangan tanda siap membantu Tim Sembilan.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin menyatakan, Muhammadiyah memberikan dukungan penuh pengusutan secara tuntas kasus Bank Century melalui hak angket yang akan dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Muhammadiyah sangat mendukung penggunaan hak angket kasus Century tersebut," katanya saat menyambut Tim Sembilan, di gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Selasa.

Dengan dijalankannya angket tersebut, paparnya, sama saja dengan mengukuhkan sikap bangsa yang antikorupsi.
"Hak angket kali ini harus berhasil dan efektif, serta kasus tersebut harus diusut sampai tuntas," tegasnya.

Ia juga mengatakan, dalam acara tersebut Muhammadiyah memberikan 'pil keberanian' moril kepada Tim Sembilan dan berharap ketua panitia angket nantinya agar jangan sekali-kali takut dan bisa ditipu-tipu.

Sedangkan juru bicara Tim Sembilan, Maruarar Sirait mengatakan, pihaknya akan membuktikan kepada masyarakat bahwa hak angket Century akan berguna dengan memberikan transparansi mengenai kasus tersebut hingga akhirnya dapat terungkap.

"Sebelumnya juga kami telah mendatangi beberapa tokoh bangsa untuk meminta dukungan karena kami tidak mau angket ini bernasib sama dengan yang lain," jelasnya.

Menurut Maruarar, melalui angket Century itu Tim Sembilan  dapat melihat kesempatan emas untuk mendapat sedikit kepercayaan rakyat. "Karena saat ini kami berada pada posisi yang sangat tidak dipercayai masyarakat sehingga substansi ini harus dilaksanakan," katanya.
    
Selain itu, ia menambahkan, kriteria yang harus dimiliki panitia angket adalah tidak bisa dibeli oleh siapapun, tidak bisa ditakut-takuti oleh apapun dan siapapun, serta tidak bisa dibodoh-bodohi.

Penulis: TOF   |   Editor: tof   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.