JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyatakan, kondisi situasi sosial politik di sejumlah daerah pascamerebaknya hak angket Bank Century cukup aman dan masih bisa dikendalikan.
Hal itu berarti masyarakat di daerah bisa menerima apa yang dilakukan pemerintah terkait tindak lanjut masalah penahanan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan keterbukaan di kasus Bank Century.
"Hanya beberapa daerah yang dinilai terjadi reaksi dengan aksi-aksi mahasiswa seperti di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Selatan (Sulsel). Jadi, reaksinya terbatas," ujar Gamawan, saat ditanya pers soal kondisi daerah pascakasus penahanan pimpinan KPK (nonaktif) seusai rapat dengan Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (1/12) siang.
Menurut Gamawan, reaksi daerah itu terkait dengan respons yang baik dari daerah setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menindaklanjuti agar kasus pimpinan KPK segera ditindaklanjuti dan Bank Century dibuka.
"Karena Presiden sudah minta dibuka supaya jelas semuanya, maka masyarakat sudah lega. Tentu kalau ditutup-tutupi, masyarakat bisa kecewa. Dengan keterbukaan itu, masyarakat menjadi lega sehingga tidak ada reaksi," jelas Gamawan.

