Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:33 WIB
PDI-P Khawatir Demokrat Gembosi Hak Angket Century
Wahyu Satriani Ari Wulan | made | Senin, 30 November 2009 | 15:06 WIB
|
Share:

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Ketua DPR Marzuki Alie (kanan) menerima data hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang aliran dana ke Bank Century dari Ketua BPK Hadi Purnomo di ruang pimpinan DPR, Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Senin (23/11).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Nasib hak angket Bank Century akan ditentukan dalam Rapat Paripurna di DPR, Selasa (1/12). Menjelang penentuan nasib hak angket ini, para inisiator hak angket Century semakin gelisah menyusul masuknya Fraksi Partai Demokrat dalam barisan pengusul angket.

Syukur Nababan selaku anggota DPR Komisi VI dari F-PDIP mengaku bahwa pihaknya khawatir akan terjadi penggembosan terhadap angket Century atas masuknya Fraksi Partai Demokrat (F-PD).

"Kalau lihat angket-angket yang dibuat zaman SBY, enggak ada yang selesai. Terakhir angket BBM juga melempem," ujarnya di sela-sela Diskusi Nasionalisme vs Neoliberalisme, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Senin (30/11). Karena itu, imbuhnya, pihaknya mendesak agar posisi ketua panitia khusus (pansus) angket Century diberikan kepada F-PDIP. Alasannya, F-PDIP adalah pihak penggagas pengajuan hak angket ini di parlemen.

Kendati demikian, dia mengaku tidak masalah jika nanti pansus angket Century dipimpin oleh F-PD. Namun, Syukur menegaskan bahwa secara etika, PDI-P lebih berhak memimpin panitia angket.

"Kita akan ikuti kalaupun yang mimpin Partai Demokrat. Tapi kan enggak etis karena sekarang teman-teman Demokrat memegang kendali pemerintahan. Jadi, kalau ketua pansusnya Demokrat, masa kita (Partai Demokrat) memeriksa diri kita sendiri," tandasnya.