JAKARTA, KOMPAS.com - Penolakan pimpinan panitia khusus hak angket atas kasus dana talangan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun yang berasal dari Fraksi Partai Demokrat terus mengalir. Kali ini disampaikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Ma'arif.
"Jangan sampai (pimpinan pansus hak angket) jatuh ke fraksi yang datang belakangan. Kepercayaan publik dapat semakin menurun," ujar Syafii, Senin (30/11) di Ma'arif Institute, Menteng, Jakarta.
Sebelumnya, Ketua DPR RI Marzuki Alie, yang berasal dari Fraksi Partai Demokrat, mengatakan, pihaknya berniat mengisi posisi pimpinan pansus. Dikatakannya, menurut tatib DPR, pemilihan ketua pansus didasarkan pada musyawarah mufalat dengan mengedepankan asas proporsionalitas.
Terkait wacana yang meminta agar pejabat publik yang diduga terlibat dalam kasus Bank Century segera nonaktif, Syafii engan berkomentar. Menurutnya, biarlah pansus hak angket bekerja dan menyelidiki kasus bank yang pernah dimiliki pengusaha Robert Tantular ini.
Syafii juga meminta pemimpin negara agar memasang telinga ke bumi atau cepat tanggap terhadap kasus yang berkembang di masyarakat dan DPR. "Jangan cuma mendengarkan Kapolri dan Jaksa Agung saja. Lihat itu Facebookers, jangan main-main itu," sindir Syafii.
