JAKARTA, KOMPAS.com - Partai-partai koalisi pendukung Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono sejak awal menyatakan dukungannya atas penggunaan hak angket kucuran dana talangan Bank Century, kecuali Partai Demokrat. Pengamat politik Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi menilai, kasus Century bisa dijadikan pertarungan lingkaran dalam SBY untuk menaikkan posisi tawar mereka.
"Kasus ini juga bisa dijadikan bagian warming up pemilu 2014 . Mereka (partai pendukung SBY) layak dipertanyakan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini karena kuatnya aroma dan ambisi politik yang bersembunyi dibalik retorika mereka," kata Burhanuddin, Minggu (29/11).
Ia melihat, masing-masing fraksi memiliki target politik yang berbeda. Menurutnya, ada yang berkepentingan menyasar SBY, ada pula yang puas menjadikan dua pejabat yang dinilai bertanggungjawab, Boediono dan Sri Mulyani, sebagai kambing hitam. "Mereka tidak berani menyentuh SBY karena bagian dari koalisi pemerintah. Hanya mengail di air keruh, menyasar Boediono dan Sri Mulyani. Jika keduanya terpental, minimal ada senior partai mereka yang menjadi menteri," ujarnya.
Dengan bergabungnya Demokrat dalam daftar penandatangan hak angket, perdebatan pun mulai beralih. Jika sebelumnya kontroversi seputar menolak atau mendukung angket, kini dipastikan pertarungan memasuki babak baru yaitu perebutan kursi pimpinan pansus.
"Pertarungan akan terjadi lebih frontal di internal pengusul angket. Menguasai panitia angket akan sangat mnentukan keputusan. Masing-masing fraksi berkepentingan menempatkan kadernya di panitia angket untuk memuluskan target politiknya," kata Burhanuddin.
