KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Tim 9 Angket Century "Roadshow" ke Tokoh Nasional
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
Minggu, 29 November 2009 | 13:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sembilan pengusul hak angket Bank Century yang menyebut diri sebagai Tim Sembilan akan terus melakukan roadshow ke sejumlah tokoh di Tanah Air. Setelah kemarin bertemu mantan Presiden Abdurrahman Wahid dan hari ini dijadwalkan bertemu mantan Ketua MPR Amien Rais, tim sudah mengagendakan pertemuan secara maraton dengan sejumlah tokoh hingga Rabu. 

"Besok (Senin, 30/11) kami akan bertemu Pak Syafii Maarif dan Pak Jusuf Kalla," kata salah satu anggota Tim Sembilan, Andi Rahmat, Minggu, pada jumpa pers di Jakarta.

Dua hari berikutnya, tim akan bertemu dengan Akbar Tandjung, Wiranto, dan Aburizal Bakrie. "Sudah banyak yang daftar untuk bertemu. Kami akan running terus bertemu dengan tokoh partai politik dan tokoh masyarakat," ujarnya.

Andi, politisi PKS, mengatakan, pertemuan dengan para tokoh bermaksud untuk menjelaskan hasil audit BPK secara subtansi dan tidak melihat pengakuan hak angket ini dari sisi politis saja. "Namun, dari sisi substansi, kita bisa membuat perubahan banyak hal di negara kita," kata Andi.

Para anggota Tim Sembilan yang terdiri atas Maruarar Sirait (F-PDI Perjuangan), Ahmad Muzani (F-Gerindra), Akbar Faisal (F-Hanura), Andi Rahmat (F-PKS), Mukhamad Misbachun (F-PKS), Bambang Soesatyo (F-Partai Golkar), Candra Tirtawijaya (F-PAN), Liliy Wahid (F-PKB), dan Ahmad Kurdi Mukri (F-PPP) juga menandatangani sebuah pakta integritas untuk mengusut tuntas kucuran dana talangan Bank Century. "Kami tidak bisa ditakut-takuti dan tidak bisa dibeli oleh pihak mana pun karena kami malu jika skandal ini tidak terungkap," ujar Akbar Faisal membacakan salah satu butir komitmen.

Editor: Edj Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.