
MEKAH, KOMPAS.com- Suasana melempar tiga jumrah diawali setelah jemaah usai melakukan pekerjaan haji pada tanggal 10 dzulhijah, Jumat (28/11), dengan melempar jumrah aqabah, menyembelih hadyi (korban bagi haji tamatu dan qiran), mencukur rambut (tahalul awal), thawaf ifadhah.
Untuk mencapai bisa tiba di Mina sebelum waktu maghrib, para jamaah berjalan tertib, meski saat ini memasuki masa haji akbar.
Pemerintah Arab Saudi tidak mau mengambil risiko jatuhnya korban jemaah haji akibat berdesak-desakan karena padatnya para pelempar jumrah. Dalam kaitan itu, Pemerinta Arab Saudi memberlakukan jadwal keberangkan masih dalam waktu yang sah, agar semua jemaah tidak berebut untuk mengambil waktu jumrah yang paling afdol, yakni setelah zawal (awal waktu setelah dzuhur).
Selain itu, untuk menghindari kemungkinan kecelakaan atau tabrakan, pemerintah Arab Saudi menempatkan dua atau tiga askar (tentara) pada setiap jarak 10 meter.