KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Siapa Sih Raja Buayanya?
Sabtu, 28 November 2009 | 16:47 WIB

KOMPAS.com- Siapakah yang menjadi "raja buaya" sampai saat ini belum jelas. Menurut Mantan Presiden Abdurrahman Wahid, "Raja Buaya"-nya sendiri pastilah yang menggunakan kekuasaan dan melaksanakan kebijakan-kebijakan di luar hukum.

"Raja buayanya itu yang melaksanakan hal-hal di luar hukum," ungkapnya kepada wartawan di Kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (28/11).

Upaya dari berbagai kalangan masyarakat untuk menuntut pengusutan tuntas kasus-kasus yang melibatkan mafia hukum dan skandal Bank Century masih terus bergulir. Beberapa elemen masyarakat terus menggelar aksi menuntut kejelasan kepada pemerintah.

"Nyolong ayam aja berbulan-bulan, masak nyolong duit negara nggak," kata Gus Dur, panggilan akrab Abdurrahman Wahid, ketika ditanya pendapatnya tentang belum terungkapnya pelaku kasus mafia tersebut.

Aksi menuntut pemberantasan korupsi secepatnya, salah satunya dilakukan oleh Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). Dalam menggelar aksi, mereka sempat mendapat perlawanan dari pihak-pihak tidak dikenal. Oknum yang tidak diketahui asalnya tersebut menyerang Kemping Pemberantasan Korupsi yang mereka bangun di pelataran Gedung KPK.

Dalam pertemuan yang diadakan Tim Sembilan dengan Gus Dur, turut hadir pula perwakilan dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi. "Kami menduga ada pihak-pihak yang tidak nyaman dengan adanya gerakan-gerakan antikorupsi yang saat ini sudah semakin besar di Indonesia," ungkap Ketua Umum LMND Lalu Hilman Afriandi.

"Itu biasa," tanggap Gus Dur mendengar pernyataan Ketua Umum LMND tersebut. 

Penulis: C14-09   |   Editor: msh Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.