KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Dradjad: Ada Dua Bravo Tiga Romeo
Sabtu, 28 November 2009 | 14:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ekonom Sustainable Development Indonesia Dradjad Wibowo mengungkapkan ada pihak-pihak tertentu yang berkepentingan soal kucuran dana talangan Bank Century (kini Bank Mutiara) sebesar Rp 6,7 triliun.

Namun, Dradjad enggan menyebut secara rinci mengenai pihak yang dimaksud. Dia menjelaskan, memang ada proses transfer aliran dana setelah Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyuntikkan dana talangan ke Bank Century.

"Ada yang masuk ke badan hukum, rekening pribadi, ada yang dipecah-pecah. Ada juga yang sifatnya tunai," ujar Dradjad, saat diskusi Mingguan bertajuk Misteri Bank Century, Sabtu (28/11) di Warung Daun, Jakarta.

Dia juga menyebut ada transaksi pengambilan sejumlah uang tunai pada akhir tahun 2008 dan awal tahun 2009. Menurut Dradjad, hal ini terungkap dari hasil laporan audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan laporan aliran dana Bank Century yang dilakukan oleh Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK).

Namun, menurut Dradjad, PPATK perlu memperjelas lagi laporan aliran dana yang telah dilakukan. Pasalnya, dia menilai 50 transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) yang ditemukan oleh PPATK dalam transaksi Bank Century baru mengungkap sebagian saja dari keseluruhan kasus ini. Dia berharap, PPATK menelusuri lapis demi lapis lagi aliran dana bank yang dulu dimiliki Robert Tantular tersebut.

"Itu ada dua bravo tiga romeo perlu dicermati. Kalau fokus ke dua bravo tiga romeo itu, mungin bisa lebih cepat penyelidikannya," tandasnya.

Penulis: ANI   |   Editor: acandra Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.