MATARAM, KOMPAS.com — Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) seusai shalat Idul Aha 1430 H, Jumat (27/11), langsung berziarah ke makam keluarga. Biasanya masyarakat berziarah ke makam keluarga sehabis shalat subuh atau sebelum shalat Idul Adha, atau setelah shalat Idul Adha dan setelah shalat ashar.
Seusai shalat Idul Adha di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur, ribuan warga langsung melakukan ziarah ke makam keluarga, termasuk di antaranya di pemakaman Karang Bedil Mataram. Pemakaman yang paling ramai dikunjungi masyarakat, antara lain makam Mas-Mas, Sibat, Karang Medain, dan makam Gatep di Mataram.
Selesai zikir dan berdoa, anak-anak atau bayi diberikan minum air sekaligus membasuh muka dengan tujuan agar anak tersebut menjadi orang yang berguna kepada agama, bangsa, dan negara. Hj Hadijah (50), salah seorang peziarah, mengatakan, ziarah kubur dilakukan hampir setiap hari raya Idul Fitri dan Idul Adha dengan tujuan ingat kepada orangtua sekaligus ingat akan kematian.
Sedangkan anak-anak yang diberi minum dan dibasuh mukanya dengan air yang dibawa khusus bertujuan agar anak menjadi pandai dan saleh. Ritual yang disebut "bejanjam" ini seolah wajib dilakukan bagi setiap peziarah kubur karena dinilai bermanfaat bagi-anak-anak.

