KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Kardinal Jean-Louis Tauran Berkunjung ke PBNU
Kamis, 26 November 2009 | 22:47 WIB
blogs.reuters.com
Kardinal Jean-Louis Tauran, Pontifical Council for Interreligious Dialogue/PCID

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Kamis, menerima kunjungan Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama (Pontifical Council for Interreligious Dialogue/PCID) Kardinal Jean-Louis Tauran dari Vatikan.

Kardinal Tauran, yang dijadwalkan berada di Indonesia hingga 1 Desember 2009 itu diterima Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi yang didampingi Ketua PBNU Masykuri Abdillah dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Iqbal Sullam.

Dalam kesempatan itu, Kardinal Tauran menyampaikan rasa terima kasih kepada PBNU yang dinilainya memiliki andil sangat besar dalam proses perdamaian dunia, terutama perdamaian dan persaudaraan di antara para pemeluk agama yang berbeda.

Sementara itu, kepada tamunya Hasyim mengatakan, NU memiliki komitmen yang tinggi untuk menjaga dan mengembangkan kesamaan prinsip toleransi beragama dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan dunia.

Hasyim mengatakan, NU memiliki koridor yang khas dalam mengamalkan nilai-nilai agama, yakni tidak ekstrim dan tidak liberal.

"Dengan ciri khas ini, NU akan terus berjuang untuk mewujudkan perdamaian di dunia," katanya.

Menurut dia, karena ciri khasnya itu pula, NU telah dijadikan rujukan oleh berbagai kalangan dalam mengembangkan pola tata hidup masyarakat yang berkedamaian.

Sebelumnya, Kardinal Tauran juga menemui KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kantor The Wahid Institute.

Dalam kesempatan itu Gus Dur ditemani putrinya, Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid), yang juga direktur eksekutif lembaga tersebut.

Penulis: BNJ   |   Editor: bnj   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.