SAMARINDA, KOMPAS.com — Seorang penjual hewan kurban di Samarinda, Kalimantan Timur, terpaksa mengobral sapi dan kambing yang dijualnya untuk mengurangi risiko kerugian. "Selain sebagai strategi penjualan, obral hewan kurban ini juga sebagai upaya mengurangi risiko rugi," ungkap penjual hewan kurban di Jalan P Noor Samarinda, Idris, Kamis (26/11).
Hewan kurban jenis sapi, kata Idris, diobral hingga Rp 1 juta per ekor dari harga biasanya Rp 9 juta menjadi Rp 8 juta. "Sapi yang kami obral yakni yang harganya di bawah Rp 10 juta, tetapi juga tergantung jumlah pembelian," ungkap penjual hewan kurban tersebut.
Sementara harga kambing yang dia jual Rp 1,5 juta diobral hingga Rp 1,3 juta dan Rp 1,2 juta per ekor. "Jika kami potong sendiri akibat tidak laku kerugiannya, bisa lebih banyak dibanding jika kami obral," ungkap Idris.
Sapi yang dijual Idris termurah Rp 6,5 juta per ekor dan yang mahal sapi Brahma harganya mencapai Rp 20 juta per ekor. Sementara seekor kambing dijual dari Rp 1,3 juta hingga Rp 3 juta per ekor.
Penjualan hewan kurban pada Idu Adha 2009 mengalami penurunan drastis dibanding pada tahun sebelumnya (2008), katanya. "Tahun lalu sapi yang terjual 170 ekor, namun tahun ini menurun hingga hanya 110 ekor. Sekarang orang lebih memilih kambing sebab selain lebih murah, banyak orang juga mengaku lebih pahalanya jika berkurban dengan kambing," kata Idris.
Sebanyak 1.500 ekor kambing yang didatangkan dari Pulau Jawa, lanjut Idris, sudah habis terjual. Sementara 129 ekor sapi yang didatangkan dari Sulawesi Selatan masih tersisa 10 ekor. "Memang ada penurunan penjualan sapi hingga 40 persen, tetapi kami sedikit bisa mengambil untung atas peningkatan penjualan kambing tersebut," kata penjual hewan kurban itu.
Salah seorang warga yang ditemui saat membeli kambing mengaku, harga kambing yang dijual Idris lebih murah. "Harganya memang sedikit berbeda dengan tempat penjualan hewan kurban lainnya. Setiap tahun, kami membeli hewan kurban di sini," ujar pembeli hewan kurban tersebut.
Menurut pantauan hingga Kamis petang, beberapa tempat penjualan hewan kurban di Samarinda terlihat masih diserbu warga. "Kami sengaja membeli hewan kurban sehari sebelum Idul Adha, sebab selain biasanya harganya sudah agak murah, juga untuk menghindari perawatannya," ujar warga lainnya yang ditemui saat membeli hewan kurban di Jalan Kesejahteraan Samarinda.
