MAKKAH, KOMPAS.com — Tepat pukul 12.30 waktu setempat, Kamis (26/11), jutaan umat manusia mengenakan kain ikram putih terhampar di Padang Arafah dengan khidmat memohon ampunan pada Allah SWT seraya merunduk, berdoa, dan berzikir.
Padang terbuka itu berubah menjadi lautan putih yang tak membedakan ras, suku, ataupun warga negara. Mereka berpakaian putih-putih dan menjadi satu ber-talbilayah. Padang Arafah bergetar oleh gema suara jutaan umat manusia yang melafalkan kalimat talbiyah "Labbaik Allahuma Labaik", zikir, dan lantunan yg menggema dari seluruh sudut Arafah.
Suara senyap terasa kian kuat tatkala menjelang pukul 13.30 waktu Arafah. Semua wajah tertunduk, nyaris tak ada orang lalu lalang. Arafah berubah menjadi ladang manusia berpakaian putih merunduk dan memohon ampunan, suara bertasbih, bertahmid, bertakbir, dan beristigfar memohon ampunan.
Kalimat "Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan Astagfirullah," tak henti-henti menggema dan kian kuat merasuk ke seluruh celah ruang yang terbuka di Arafah.
