KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Kata Mahasiswa Unas soal Kasus Century...
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Kamis, 26 November 2009 | 16:52 WIB
KOMPAS.com/Caroline Damanik
Reza Pahlevi (21), mahasiswa Universitas Nasional jurusan Hubungan Internasional, angkatan 2008.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus Bank Century terus merebak pascapolemik Polri, Kejaksaan Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berbagai tanggapan, opini, dan analisis terus mengalir dari para pengamat dan cendekiawan.

Lantas, bagaimana pendapat para mahasiswa sebagai generasi muda? Berikut suara dari sejumlah mahasiswa Universitas Nasional yang berhasil dihimpun Kompas.com, Kamis (26/11).

Reza Pahlevi (21), Jurusan Hubungan Internasional, angkatan 2008
"Kasus Bank Century adalah bentuk kegagalan pemerintahan SBY-Boediono. Mereka mengalihkan isu Century dengan mengkriminalisasikan KPK dan menangkap Bibit dan Chandra. Menurut saya, ini adalah kegagalan dari kepemimpinan mereka. Apalagi, ada indikasi Boediono termasuk dalam lingkaran kasus Century. Boediono yang waktu itu Pejabat Gubernur BI, Menkeu Sri Mulyani kan termasuk anggota Lembaga Penjamin Simpanan. Mereka yang mengoordinasikan mengucurnya uang itu."

Nurul Wardhani (20), Jurusan Administrasi Negara, angkatan 2008
"Kasus-kasus ini cuma konspirasi politik aja. Di sana mereka punya kepentingannya masing-masing. Walau kayak bagaimanapun, kalau atasan (Presiden) sudah ikut campur, yang idealis akan kalah terhadap realis dan akhirnya mereka semua jadi pragmatis."

Rizki (24), Jurusan Komunikasi, angkatan 2005
"Munculnya kasus Bank Century merupakan pengkhianatan kepada rakyat. Rakyat dibohongi pas dikeluarkan Rp 6,7 triliun itu, yang kabarnya untuk biaya kampanye Demokrat. Boediono yang tanda tangan. Kasus Bibit dan Chandra muncul sebagai upaya untuk dilemahkan KPK-nya. Gitu juga kasus pembunuhan yang melibatkan Antasari. Cuma dibuat-buat aja sama pemerintah biar ramai."

Chacha (21), Jurusan Hubungan Internasional, angkatan 2005
"Dalam kasus ini, SBY hanya memberikan pernyataan yang tidak menunjukkan aksinya seperti apa. SBY banyakan memberi pandangan normatif saja, jadi tidak menyelesaikan masalah. Padahal, secara tidak langsung kasus ini mengganggu masyarakat. Dalam kasus Bank Century yang dipakai adalah uang BI. Itu kan uang rakyat yang harusnya dipakai untuk kepentingan rakyat. Kenapa harus Bank Century yang di-bail out sampai triliunan? Waktu perusahaan pengusaha dalam negeri mau bangkrut banyak yang enggak dibantu."

Fateh Hidayat (22), Jurusan Sosiologi, angkatan 2007
"Masalah ini bisa merusak stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional. Bisa berdampak lebih besar lagi karena dana negara yang dipakai bail out-kan Rp 6,7 triliun harusnya bisa untuk pos-pos yang penting bagi rakyat."

Suara mahasiswa datang dari kesediaan mereka mendengar dan menerima masukan, baik dari media maupun dari ajang diskusi, juga kesediaan mereka untuk berpikir dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Reza dan Nurul sepakat bahwa diskusi telah menghidupkan para mahasiswa untuk kritis terhadap mereka yang tidak berpihak pada masyarakat.

Editor: wah Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.