JAKARTA, KOMPAS.com — Awalnya, civitas akademika Universitas Nasional berencana untuk menggotong dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (nonaktif) Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah beramai-ramai. Hal ini dilakukan sebagai simbol dukungan mereka terhadap penegakan hukum di Tanah Air.
Sayang, rencana itu terpaksa dibatalkan karena keduanya dipastikan batal hadir dalam acara diskusi yang digelar di kampus Unas, Kamis (26/11) siang. Menurut Dekan FISIP Unas Hasto Admojo Suryo, pihaknya telah menerima konfirmasi ketidakdatangan dari Bibit. "Beliau bilang, kondisinya saat ini tak kondusif untuk datang," ungkap Hasto kepada Kompas.com.
Ketika dikonfirmasi, pengacara Bibit dan Chandra Ahmad Rifai pun membenarkan keduanya tidak akan datang ke Unas. Bibit, Chandra, dan tim kuasa hukumnya sedang berada di KPK. Padahal sesuai jadwal undangan, mereka akan hadir pukul 13.00. "Sepertinya tidak jadi, saya sedang bersama beliau-beliau di sini (KPK)," ungkapnya.
Sementara itu, di Unas, diskusi publik bertajuk KPK, Bank Century dan Masa Depan Koruptor yang dijadwalkan dihadiri oleh Bibit dan Chandra tetap berlanjut. Puluhan mahasiswa berdiskusi dengan para dosen yang juga turut menjadi pembicara.
