KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Incar Ketua Pansus, Partai Demokrat Salahi Etika Politik
Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra Liu
Kamis, 26 November 2009 | 11:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pakar komunikasi politik Effendi Gazali mengatakan, Fraksi Partai Demokrat yang mengincar posisi pimpinan panitia khusus (pansus) hak angket atas kasus dana talangan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun menyalahi etika politik.

Effendi pun memberikan analogi sederhana. Dapatkah seseorang yang mengantre belakangan di sebuah loket tiket pertandingan bola memilih lokasi tempat duduk sesuai keinginannya?

"Ini etika politik. Kalau pimpinan pansus diambil alih (Fraksi Partai Demokrat), etika politik telah hilang dari rumah rakyat. Apa pun alasan Anda, mereka melupakan etika politik," ujar Effendi kepada para wartawan, Kamis (26/11) di depan Ruang Wartawan DPR RI, Jakarta.

Effendi menambahkan, "Jadi, kalau ada yang pura-pura masuk hanya untuk memasukkan angin (penggembosan), kami akan terus memantaunya."

Menurut Effendi, pihak yang berhak memimpin pansus adalah orang-orang yang menjadi inisiator awal hak angket.

Editor: Glo Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.