
JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Staf Ahli Kapolri, Irjen Ito Sumardi, yang akan menjabat sebagai Kabareskrim Mabes Polri membantah tuduhan bahwa dia pernah melindungi bandar judi dan cukong kayu selama menjabat Kapolda Riau. Tuduhan itu telah dijelaskan oleh mantan Kepala Polri Jenderal Sutanto bahwa dugaan itu tidak berdasarkan fakta.
"Dibuktikan dengan fakta. Berita itu tidak benar dan sudah disampaikan Kapolri (Sutanto)," ucap dia di Mabes Polri, Rabu (25/11). Hal itu dikatakan ketika dimintai tanggapan atas tuduhan-tuduhan terhadap dirinya.
Ito mengklaim telah menjalankan pemberantasan illegal logging serta tidak ada praktik perjudian di wilayahnya selama menjabat Kapolda Riau tahun 2005-2006 .
"Bisa dilihat dari saya menangkap cukong kayu, namanya Ai Peng. Sekarang, buktikan saja cukong kayu siapa sih. Kalau perusahan besar kan harus dilindungi seperti RAPP, Indah Kiat, itu perusahaan nasional bukan cukong kayu," kata Ito.
Jika memang terlibat dalam perjudian dan illegal logging, kata Ito, tidak mungkin Kapolri saat itu Jenderal Sutanto mempromosikan dirinya menjadi Kapolda Sumatera Selatan serta menaikkan pangkat menjadi Irjen. Selain itu, jabatannya dinaikkan menjadi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli).
"Jabatan saya di sini (Mabes Polri) Koorsahli, itu jabatan promosi. Jadi, promosi di antara staf ahli yang lain," ucap dia.
"(Tuduhan) itu mungkin karena ada pihak yang mungkin tidak suka apa yang kami lakukan. Kalau namanya fitnah, jangan kan saya, pimpinan kepolisian pun pasti ada. Tapi, itu tidak membuat saya surut karena Tuhan saja yang saya percaya berlaku adil, kalau manusia biasa lah," ujar Ito Sumardi