KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
140 Orang Sakit Ikuti Safari Wukuf
Rabu, 25 November 2009 | 05:21 WIB
KOMPAS/M Syaifullah
Kemah-kemah di Mina pada hari Selasa (2/12) sudah terpasang. Yang tersisa hanyalah menyelesaikan pemasangan karpet dan penyejuk udara demi kenyamanan jemaah haji dari berbagai bangsa selama melaksanakan jumrah.
TERKAIT:
 
 

JAKARTA, KOMPAS.com - Sedikitnya 140 anggota jemaah haji dari Indonesia mengikuti safari wukuf karena sakit. Mereka akan melakukan wukuf atau berdiam diri di Padang Arafah di dalam ambulans pada tanggal 9 Zulhijah atau tanggal 26 November besok.

Kepastian jumlah jemaah yang mengikuti safari wukuf itu disampaikan Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Departemen Agama Slamet Riyanto saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (24/11). Menurut laporan yang ia terima, hingga kemarin 151 anggota jemaah haji Indonesia masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Jeddah, Madinah, dan Mekkah.

Dari jumlah itu, 140 anggota jemaah di antaranya dipastikan tidak bisa melaksanakan upacara wukuf sendiri. Oleh karena itulah mereka akan diangkut dengan menggunakan ambulans untuk mengikuti wukuf di Padang Arafah.

”Jadi, jemaah yang sakit itu akan di-safariwukuf-kan. Mereka wukuf di dalam ambulans. Yang masih diinfus ya tetap diinfus, yang harus berbaring ya harus berbaring selama wukuf,” kata Slamet.

Panitia penyelenggara ibadah haji telah menyiapkan 19 ambulans untuk safari wukuf. Slamet menegaskan tidak ada biaya tambahan yang dikenakan kepada jemaah yang terpaksa mengikuti safari wukuf.

Sementara itu, semua jemaah haji Indonesia sudah berada di Mekkah. Berdasarkan data Departemen Agama, jemaah haji reguler yang terdaftar berjumlah 191.744 orang dan jemaah haji khusus 17.030 orang. Sejak pertama kali keberangkatan tanggal 21 Oktober lalu hingga saat ini, sudah 99 anggota jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi. Umumnya mereka meninggal karena mengalami serangan jantung, stroke, darah tinggi, dan penyakit lain.

Dari Mina, kantor berita Saudi Press Agency, Selasa, melaporkan, Direktur Jenderal Badan Pelaksana Dewan Menteri-menteri Kesehatan untuk Lembaga Kerja Sama Kawasan Teluk Tawfiq bin Ahmed Khoja menilai, Pemerintah Arab Saudi telah mengerahkan segala upaya dalam memberikan pelayanan terbaik, termasuk di bidang kesehatan, untuk jemaah haji. (NTA/NAS)

Editor: jimbon   |   Sumber : Kompas Cetak Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.