KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Hari Ini, Muhammadiyah Genap Satu Abad
Rabu, 25 November 2009 | 00:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini, usia organisasi persyarikatan Muhammadiyah genap satu abad. Acara syukuran sederhana pun semalam digelar di Jakarta.

"Pimpinan Pusat Muhammadiyah mensyukuri usia satu abad," kata Din Syamsudin dalam acara syukuran satu abad Muhammadiyah di Jakarta, Selasa malam.

Din menjelaskan, tanggal kelahiran Muhammadiyah adalah 8 Dzulhijjah 1330 Hijriah atau bertepatan dengan 8 November 1912. "Pada tanggal 8 Dzulhijjah 1430 hijriah yang bertepatan dengan 25 November 2009 Muhammadiyah genap berusia satu abad," katanya.
     
Dengan usia satu abad tersebut pimpinan pusat Muhammadiyah menggunakannya sebagai momentum penguatan gerakan untuk memperbaiki, menyempurnakan dan mengembangkan seluruh potensi infrastruktur gerakan. Tujuannya agar mampu berkiprah optimal dan tampil menjadi gerakan Islam yang terbesar dan unggul secara kualitatif.

Muhammadiyah juga mengharapkan agar segenap anak bangsa, khususnya para pejabat tinggi negara dan elit bangsa untuk memanfaatkan amanat rakyat dengan sepenuh jiwa raga.

Selain itu  Muhammadiyah juga memandang penting adanya rekonstruksi visi dan karakter bangsa di tubuh bangsa salah satunya dengan pemberantasan korupsi yang dilakukan secara tegas dan berani. Din menambahkan, pihaknya mengajak seluruh warga negara untuk tumbuh menjadi bangsa yang unggul dan berperadaban luhur agar mampu hidup sejajar dengan bangsa lain.

"Karena itu dibutuhkan pilar-pilar kemasyarakatan yang solid didukung oleh kepemimpinan nasional yang maju dan berkarakter kuat," katanya.

Penulis: TOF   |   Editor: tof   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.