JAKARTA, KOMPAS.com – Kardinal Jean-Louis Tauran, Presiden Dewan Kepausan Dialog Antar-agama (Pontifical Council for Interreligious Dialogue/PCID) dari Vatikan, akan mengadakan kunjungan resmi ke Indonesia. Tauran akan berada di Indonesia 24 November 2009 hingga 1 Desember 2009. Selama di Indonesia, akan menginap di Kedutaan Besar Vatikan, kediaman Nuntius Apostolik (Duta Besar), Uskup Agung Leopoldo Girelli.
Menurut H Witdarmono , salah satu Panitia Penerimaan Kunjungan Kardinal Jean-Louis Tauran, kunjungan ini merupakan sesuatu yang istimewa, karena inilah untuk kedua kalinya seorang Presiden PCID (setingkat Menteri) berkunjung ke Indonesia. Pada bulan Juli 1994 lalu, Presiden PCID 1984-2002, Kardinal Francis Arinze, telah mengunjungi Indonesia dan mendapat sambutan yang hangat.
"Pontifical Council for Interreligious Dialogue (PCID) atau Lembaga Kepausan untuk Dialog Antar-agama adalah sebuah lembaga yang bertujuan untuk memajukan dan mengembangkan dialog antaragama berdasar semangat Konsili Vatican II (1962-1965), khususnya berdasarkan deklarasi Nostra Aetate (1965)," katanya.
PCID didirikan pada tahun 1964 oleh Paus Paulus VI (1897-1978). Awalnya, lembaga itu bernama Sekretariat untuk Non-Kristiani. Namun kemudian pada tahun 1988, nama itu diganti menjadi Pontifical Council for Interreligious Dialogue.
Lembaga resmi Vatikan urusan hubungan antaragama ini memiliki tiga tanggung jawab utama. Pertama, untuk memajukan saling pengertian, saling hormat, dan saling kerjasama antara umat Katolik dengan umat agama-agama lain. Kedua, untuk mendorong studi dan penelitian agama-agama. Ketiga, untuk mengembangkan pendidikan bagi mereka yang bekerja untuk memajukan dialog.
Kehadiran PCID tersebut menjadi sarana dan jembatan bagi Vatican untuk membangun hubungan antarmasyarakat dunia berdasarkan jati diri kemanusiaan yang sejati. Dialog antaragama atau antarbudaya tidak lagi merupakan sesuatu yang muncul karena situasi, tetapi telah menjadi sebuah keharusan vital untuk masa depan hubungan antarbangsa. Atas dasar ini, maka Vatican sangat menekankan otonomi dari PCID tersebut,
Dalam beberapa pertemuan dengan Kedutaan Besar RI untuk Tahta Suci Vatikan, selalu ditekankan bahwa Vatican sangat memberi apresiasi khusus terhadap kemampuan pemerintah RI dalam mengedepankan cara dialog guna membangun kehidupan masyarakat dan kehidupan antar umat beragama yang harmonis, khususnya di saat di banyak belahan dunia benturan antaragama dan antarkebudayaan begitu dominan.
"Atas dasar apresiasi terhadap kemajemukan dan keharmonisan antaragama dan antarbudaya tersebut, maka Paus mengirimkan Kardinal Jean-Louis Tauran, Presiden PCID, untuk berkunjung ke Indonesia," ujar Widarmono.
Bagi Kardinal Tauran, inilah kunjungannya yang pertama ke Indonesia. Vatikan melihat Indonesia memiliki jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia dan menyadari betapa peran Indonesia dalam membangun citra Islam di dunia saat ini sangat menentukan. “Saya selalu mencoba untuk melihat apa yang sama dalam kemanusiaan ini. Karena dari situlah, kita bisa menghidupi secara bersama-sama tujuan hidup kita,” begitu pernah dikatakan oleh Kardinal Tauran dalam sebuah wawancara.
Kunjungi Deplu dan Depag
Dalam lawatannya ke Indonesia ini, Kardinal Tauran akan berkunjung ke Departemen Luar Negeri dan Departemen Agama untuk mengadakan pembicaraan dengan kedua menteri dari departemen-departemen tersebut. Menurut rencana, Kardinal Tauran juga dijadualkan untuk bertemu dengan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Kardinal Tauran tidak hanya bertemu pejabat negara belaka. Beliau juga akan mengunjungi berbagai tempat yang memiliki makna khusus. "Toruan akan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta, dua tempat ibadat di Ibu Kota Indonesia, yang bertetangga secara harmonis," ujar dia.
Selain itu juga akan mengunjungi Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, salah satu dari 16 universitas Katolik di Indonesia. Setelah jadwal acara yang padat di Jakarta, Kardinal Tauran akan mengunjungi kebanggaan pariwisata Indonesia, yaitu Bali.
"Di sana, beliau akan berdialog dengan para pemimpin umat Katolik dan umat Hindu. Sedangkan di Makassar, Kardinal Tauran akan merayakan Ekaristi bersama umat Katolik dan kemudian mengadakan pertemuan dengan para pemimpin agama di wilayah itu.
Kunjungan Kardinal dari Dewan Kepausan Dialog Antar-agama ke Indonesia ini tidaklah lengkap bila tidak pergi ke Yogyakarta. Di kota budaya itu, Kardinal Tauran akan berdialog dengan umat Katolik dari Keuskupan Agung Semarang dan akan memberikan cermah di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, mengunjungi Candi Borobudur, serta berkunjung ke Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Hari terakhir lawatan Kardinal Tauran akan dipakai untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri RI, DR. R.M.Marty M. Natalegawa, di Wisma Pancasila untuk sebuah acara diskusi bersama. Setelah itu, Kardinal Tauran akan berkunjung ke Istana bertemu dengan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
