JAKARTA, KOMPAS.com — Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang merespons hasil rekomendasi Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, atau Tim Delapan, dinilai tidak jelas.
Forum Petisi '28 berpendapat, pidato Presiden yang tadinya ditunggu-tunggu rakyat Indonesia menimbulkan kontroversi karena multimakna. "Akumulasi kekecewaan rakyat yang tak dapat tertahankan terbentuk akibat pidato pernyataan SBY yang niscaya tecermin mengulur-ulur waktu dan bermain kata-kata dalam menyampaikannya," ujar anggota Forum Petisi '28 Haris Rusly, Selasa (24/11) di Gedung DPR RI, Jakarta.
Haris menambahkan, ketidaktegasan SBY dan segala bentuk kebohongan yang terjadi berpotensi menimbulkan pengadilan rakyat yang dapat berakibat memecah belah bangsa dan menuju kehancuran.
Secara terpisah, Hendri Saparini dari Tim Indonesia Bangkit (TIB) mengatakan, saat ini ada upaya keras dari Bank Indonesia dan pemerintah untuk mencari justifikasi kasus Bank Century dengan mengaitkan bailout dan krisis global. Namun, TIB berkesimpulan, kasus Bank Century lebih merupakan kasus kriminal perampokan perbankan.
"Audit investigasi BPK justru sudah sangat jelas menunjukkan adanya penyaluran dana bailout ilegal untuk menutupi kerugian Bank Century akibat tindakan kriminal para pengelola," tambahnya.
