KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Kericuhan Warnai Rapat PKPB
Selasa, 24 November 2009 | 12:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat internal Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) di kantor pusat PKBP di Jakarta diwarnai kericuhan. Rapat yang dihadiri beberapa ketua DPP, DPD, dan pengurus partai saling adu mulut ketika membahas permasalahan partai.

Rapat yang dipimpin Ketua Umum Hartono tersebut, membahas keinginan sekelompok DPP untuk mempercepat musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) partai untuk mengganti ketum karena dinilai telah gagal memimpin partai selama delapan tahun.

Sumedi Prima Abdi perwakilan DPP DKI Jakarta mengatakan, sebanyak dua pertiga DPP menghendaki agar Munaslub segera digelar. Alasan desakan tersebut lantaran PKBP telah gagal dalam dua kali pemilu di tahun 2004 dan 2009 . Selain itu, penggunaan dana partai yang tidak transparan dan terindikasi adanya korupsi.

"Kepemimpinan Hartono otoriter dan tidak demokratis, pemecatan ketua-ketua DPD yang tidak sesuai AD/ART, dan kegagalan lain. Hartono pernah mengatakan akan mengundurkan diri dari Ketum, tapi sekarang tidak bersedia," ucap dia.

Saat rapat berlangsung, Hartono menanyakan perihal dukungan dua pertiga DPP yang menginginkan digelar Munaslub. "Anda bilang didukung dua pertiga daerah. Mana buktinya?," tanya Hartono kepada pendukung Munaslub. Ia mengakui memang pernah mengatakan akan mengundurkan diri sebagai Ketum saat rapat partai.

"Memang saya pernah bilang udah tua, anak-anak saya menghendaki tidak lagi di partai. Tapi saya tidak meninggalkan tugas kan. Kok tiba-tiba mau munaslub. Kalau dikehendaki peserta munas tahun 2006 silahkan saja. Tapi masalahnya apa dan kenapa harus dipercepat?," jelas dia.

Mendengar penjelasan itu, kubu bersebrangan langsung membeberkan kegagalan-kegagalan partai. "Uang Rp 2 miliar dari Demokrat untuk sukseskan pilpres apa daerah terima uang itu?," tegas salah satu perwakilan DPP.

Mendengar penjelasan itu, kubu Hartono langsung membantah dan terjadilah adu mulut. Beberapa peserta rapat berteriak-teriak dan menggebrak-gebrak meja dan saling membantah. Kericuhan tersebut berlangsung cukup lama hingga akhirnya rapat diskors oleh Ketum.

Setelah diskros selama lima menit, rapat akhirnya dilanjutkan namun diadakan tertutup. Hingga berita ini diturunkan rapat masih berlangsung.

Penulis: C8-09   |   Editor: Edj Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.