KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Bentuk Satuan Kerja, Presiden Cederai Kepercayaan Rakyat
Selasa, 24 November 2009 | 06:54 WIB
RUMGAPRES/ABROR RIZKI
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (23/11) sore menerima laporan audit Bank Century dari Ketua BPK Hadi Poernomo di kantor Presiden, Jakarta.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan membentuk satuan tugas untuk menyelesaikan kasus Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah mencederai kepercayaan masyarakat yang telah memilihnya. Masyarakat juga tidak lagi percaya apakah Presiden akan mengikuti hasil temuan satuan kerja tersebut nantinya.

Demikian dikatakan Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko menanggapi pernyataan Presiden terkait rekomendasi Tim Delapan. "Masyarakat tidak lagi meyakini apakah Presiden akan melakukan hasil temuan satuan kerja itu. Rekomendasi Tim Delapan saja tidak dijalankan," ujarnya di Kantor Imparsial, Jakarta, Senin (23/11) malam.

Ia menyatakan, masyarakat pasti akan kecewa dengan diabaikannya rekomendasi Tim Delapan, terlebih masyarakat telah menunggu keputusan Presiden sejak tiga minggu yang lalu. Hal itu berdampak pada berkurangnya kepercayaan masyarakat bagi pemerintahan SBY lima tahun mendatang. "Ketidakpercayaan itu akan meluas," kata dia.

Selain itu, tuturnya, pernyataan Presiden yang mengesankan kasus bailout Bank Century akan dapat segera diselesaikan bukanlah tepat. Pasalnya, hingga saat ini kasus tersebut masih jauh dari titik terang. Audit yang dilakukan Badan Pemeriksaan Keuangan belum dipublikasikan kepada masyarakat. Selain itu, siapa saja penerima aliran dana tersebut juga belum diketahui. "Saat ini masih belum jelas siapa yang menerima dana dan siapa yang bertanggung jawab," tandasnya.

Penulis: RDI   |   Editor: tof Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.